RADAR BOGOR - Gelombang pencairan bantuan sosial (Bansos) PKH dan BPNT Tahap 4 terus bergerak memberikan angin segar bagi jutaan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di seluruh Indonesia.
Berbagai laporan dan bukti transfer dari Bank Himbara per hari ini, Minggu, 26 Oktober 2025, melansir YouTube Info Real Bansos menunjukkan penyaluran bansos PKH BPNT sudah menyentuh nominal fantastis, bahkan mencapai Rp1,6 juta dalam sekali transaksi.
Hal ini menjadi sinyal kuat bahwa proses pendistribusian dana bansos PKH BPNT menjelang akhir tahun semakin masif, melampaui fase pencairan perbankan yang sebelumnya didominasi oleh BSI.
Pencairan Rp1,6 Juta di Bank Mandiri dan BRI
Melansir informasi terbaru dari channel YouTube INFO REAL BANSOS, membeberkan adanya pencairan saldo bansos di sejumlah bank penyalur:
- Bank Mandiri: Terpantau adanya pencairan saldo PKH senilai Rp1.600.000 bagi KPM di hari ini. Nominal besar ini umumnya merupakan gabungan dari komponen bantuan yang dicairkan sekaligus.
- Bank BRI: Bank ini juga melaporkan adanya pencairan dana penebalan KKS baru senilai Rp400.000, serta sinyal adanya pencairan PKH dengan nominal besar, berpotensi mencapai Rp1,6 juta.
- Bank BNI: Saldo BPNT terpantau cair senilai Rp600.000 bagi KKS lama tahun 2021, dan pencairan lain senilai Rp600.000 bagi penerima melalui Link BNI. Nominal Rp600.000 ini diduga adalah rapelan BPNT untuk tiga bulan (Oktober–Desember).
Dengan adanya pencairan ini, KPM diimbau untuk segera melakukan cek saldo di ATM terdekat, terutama bagi mereka yang memegang KKS dari Bank Mandiri, BNI, dan BRI.
Status BLT Kesra Rp900 Ribu Berpotensi Geser ke November
Meskipun PKH dan BPNT sudah mulai cair dengan nominal besar, status pencairan BLT Kesra Rp900 Ribu masih memerlukan kesabaran.
Menurut informasi yang disampaikan dalam laporan tersebut, BLT Kesra (yang merupakan Bantuan Langsung Tunai) diperkirakan baru akan mulai disalurkan kepada KPM di bulan November 2025.
Keterlambatan ini sejalan dengan proses verifikasi dan validasi data KPM yang dilakukan secara bertahap oleh pemerintah.
Bagi KPM yang hingga kini belum menerima pencairan, diimbau untuk tidak berkecil hati. Penyaluran bansos oleh Bank Himbara dan PT Pos Indonesia selalu dilakukan secara bertahap dan memerlukan proses verifikasi data yang ketat.
KPM diminta untuk terus memantau informasi resmi dan bersabar karena hak mereka akan tetap disalurkan jika terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
Editor : Rani Puspitasari Sinaga