RADAR BOGOR - Najwa Shihab, menyebut kenyamanan sering terasa seperti rumah, yakni hangat, aman, dan membuat kita enggan melangkah ke mana-mana.
Namun, terlalu lama berdiam di sana justru membuat langkah berhenti.
Menurut Najwa Shihab, generasi hari ini hidup di tengah kemudahan yang belum pernah ada sebelumnya.
Semua terasa instan, seperti pengetahuan, perhatian, bahkan validasi.
Dalam derasnya arus digital, rasa tidak nyaman menjadi hal yang dihindari, padahal justru di sanalah ruang tumbuh bermula.
Najwa Shihab memandang ketidaknyamanan bukan sebagai musuh, melainkan panggilan.
Bagi Najwa Shihab, keberanian untuk melangkah keluar dari zona nyaman adalah langkah pertama menuju perubahan.
“Keluar dari zona nyaman itu nggak mudah,” ujar Najwa Shihab, saat Generasi Campus Roadshow 2025 berlangsung di Bogor.
Najwa Shihab mengatakan, semuanya gak perlu dimulai dari hal-hal besar. "Keluar dari zona nyaman itu bisa mulai dari hal-hal sederhana,” jelasnya.
Pesan itu terasa sederhana, tapi menggigit. Najwa Shihab tak sedang memotivasi untuk berlari, melainkan mengingatkan agar kita berani melangkah.
Karena pertumbuhan bukan hasil dari kenyamanan, melainkan keputusan untuk menantang diri.
Bagi Najwa Shihab, keluar dari zona nyaman bukan hanya tentang mencoba hal baru, tapi juga tentang keberanian menjaga makna di tengah perubahan.
Ia bercerita, setelah dua dekade lebih menjadi jurnalis televisi, ia akhirnya memutuskan berpindah ke platform digital, dari yang hanya karyawan lalu membuat bisnis sendiri.
“Saat aku berhenti dari dunia TV, karena perubahan zaman, aku harus beradaptasi,” katanya.
“Dan ketika aku mengambil langkah menakutkan itu, orang pertama yang menawari aku bantuan adalah Raditya Dika,” lanjut Najwa.
Kalimat itu disambut tepuk tangan panjang dari audiens. Najwa kemudian menambahkan sesuatu yang lebih dalam.
“Yang membedakan orang sukses selain grit adalah kemurahan hati. Di mana kita bisa kasih kesempatan orang lain untuk bertumbuh, maka jadilah seperti Raditya Dika,” paparnya.
Bagi Najwa, keberanian meninggalkan kenyamanan tidak berhenti pada diri sendiri.
Perubahan yang ia pilih justru membuka ruang bagi orang lain untuk ikut tumbuh.
Menurutnya, itu bentuk nyata dari kepemimpinan yaitu bukan siapa yang paling dulu sampai, tapi siapa yang tidak lupa membuka jalan bagi yang lain.
Di tengah dunia digital yang serba cepat, pesan itu terasa relevan. Banyak yang berpacu membuat konten, mengejar angka, dan membangun personal brand.
Namun Najwa mengingatkan, yang paling bernilai bukan sekadar siapa yang paling banyak terlihat, melainkan siapa yang paling banyak menyalakan semangat orang lain untuk mencoba.
Generasi Campus Roadshow 2025 di Bogor menjadi kota ketiga dalam rangkaian perjalanan inspiratif ini, sebelum berlanjut ke Makassar. Program kolaborasi antara Grab Indonesia dan Narasi ini kembali hadir dengan semangat baru, mengajak mahasiswa di berbagai kota untuk menemukan potensi terbaiknya.
CEO Grab Indonesia, Neneng Goenadi, menyampaikan apresiasinya terhadap antusiasme peserta di Bogor.
“Bogor antusiasnya luar biasa. Anak-anak IPB inovasinya keren-keren banget,” ujarnya.
Tahun ini, Generasi Campus Roadshow menghadirkan tema “Passion in Action: Ignite Limitless Potential”, sebagai ajakan bagi generasi muda untuk berani mengeksplorasi minat dan kemampuannya tanpa batas.(**)
Editor : Alpin.