RADAR BOGOR - Sudah memasuki akhir Oktober 2025 tetapi pencairan Tunjangan Profesi Guru (TPG) Triwulan 3 (TW 3) masih sedikit.
Ini menjadi penantian yang menguras kesabaran bagi para pendidik, terutama bagi mereka yang status Info GTK-nya telah mencapai kode 08.
Kode 08 sejatinya merupakan sinyal baik karena mengindikasikan Surat Keputusan Tunjangan Profesi (SKTP) sudah terbit, yang secara teknis berarti dana siap ditransfer.
Namun, realitanya, kode 08 tidak serta-merta menjamin TPG langsung masuk ke rekening.
Menurut informasi dari kanal YouTube Zona Guru, ada lima hambatan utama yang seringkali menahan proses transfer dana, bahkan ketika semua tampak sudah final:
- Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) Belum Terbit
SKTP (Kode 08) belum cukup. TPG tidak dapat dicairkan tanpa SP2D, yaitu surat perintah resmi kepada bank untuk mengeksekusi transfer dana.
Jika dokumen final ini belum ada, bank tidak berwenang melakukan pemindahan dana.
- Validasi Rekening Belum Selesai
Pencairan dana masif membutuhkan proses validasi rekening yang teliti untuk memastikan keaktifan dan kebenaran data.
Proses yang belum rampung ini seringkali menunda transfer demi menghindari kesalahan fatal.
- Terjadi Kesalahan Data Rekening
Kekeliruan pada data rekening, seperti salah penulisan nama atau nomor, dapat menyebabkan transfer ditolak (gagal) oleh sistem perbankan.
Guru wajib memastikan semua data rekening yang tercantum dalam sistem telah mutakhir dan benar.
- Rekening Tidak Aktif
Masalah juga bisa datang dari rekening guru sendiri yang berstatus tidak aktif atau 'pasif' karena jarang digunakan.
Bank akan menahan transfer TPG ke rekening dengan status bermasalah seperti ini.
- Sinkronisasi Data Belum Sempurna
Proses pencairan TPG melibatkan integrasi data antar-sistem (Info GTK, Dapodik, dan sistem perbankan).
Ketidaksempurnaan atau keterlambatan dalam sinkronisasi antar-platform ini, sekecil apapun, dapat mengganggu alur dan memicu penundaan.
Untuk mempercepat proses pencairan, para guru disarankan untuk proaktif berkoordinasi dengan operator sekolah dan dinas pendidikan daerah, serta memastikan semua data pribadi, khususnya detail rekening bank, sudah tervalidasi dengan sempurna.***