RADAR BOGOR – Kampung Nelayan Sejahtera merupakan bukti bahwa bencana dapat menjadi titik awal perubahan besar.
Berkat kolaborasi yang baik, warga nelayan terdampak banjir rob kini memiliki hunian lebih nyaman serta fasilitas ekonomi untuk meningkatkan kesejahteraan mereka.
Di Desa Eretan Kulon, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Bekasi, terdapat 93 Kepala Keluarga (KK) yang mengalami banjir rob setiap tahun.
Kementerian Sosial bersama Pemerintah Kabupaten Indramayu, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), dan Habitat for Humanity memindahkan warga nelayan ke sisi pantai kampung yang lebih aman.
Kampung Nelayan Sejahtera berada di lahan seluas 1,6 hektare, terdiri atas 9.900 m² untuk perumahan dan 6.100 m² untuk fasilitas umum serta pengolahan hasil laut, terutama bagi istri nelayan. Kini sudah ada 93 Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Tujuan program tersebut ialah mendorong transformasi sosial ekonomi masyarakat pesisir agar situasi rentan dapat berubah menjadi mandiri, sejahtera, dan kokoh dalam menghadapi berbagai tantangan.
Program bansos tersebut tidak hanya memberikan rumah yang layak, tetapi juga membuka peluang bagi warga nelayan untuk mandiri secara ekonomi, terutama bagi para istri nelayan yang kini dapat memproduksi olahan hasil laut.
Pembinaan pengolahan hasil laut merupakan implementasi hilirisasi. Dengan memberikan nilai tambah pada produk serta melakukan inovasi, para istri nelayan dapat menjual olahan hasil laut dengan keuntungan yang lebih besar.
Kampung Nelayan Sejahtera juga berpotensi berkembang menjadi desa wisata. Misalnya, dengan membuat Pasar Apung di danau buatan yang menjual hasil olahan laut karya istri nelayan.
Di Pasar Apung tersebut tidak hanya ada perahu kecil, tetapi juga saung dan toko suvenir berbahan batang pohon kelapa atau bambu.
Pemerintah juga dapat memanfaatkan kapal nelayan asing sitaan yang sudah tidak bisa melaut sebagai tempat makan atau toko suvenir. Hal tersebut tentu akan menarik perhatian wisatawan.
Bantuan sosial bersifat sementara. Oleh karena itu, pemberdayaan masyarakat harus terus dilakukan agar mereka dapat mandiri dan meningkatkan ketahanan pangan.***
Editor : Eli Kustiyawati