Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Ravindra Airlangga Optimis ASEAN Menjadi Pusat Inovasi dan Investasi di Kawasan Indo-Pasifik

Eka Rahmawati • Rabu, 5 November 2025 | 20:34 WIB
Wakil Ketua Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI, Ravindra Airlangga.
Wakil Ketua Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI, Ravindra Airlangga.

RADAR BOGOR – Wakil Ketua Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI, Ravindra Airlangga menyampaikan bahwa kawasan ASEAN saat ini bukan hanya pasar besar, tetapi sebagai pusat inovasi dan investasi di kawasan Indo-Pasifik.

Hal tersebut disampaikan Ravindra berdasarkan beberapa hal di antaranya jumlah populasi, yang mana kawasan ASEAN saat ini dihuni oleh sekitar 692 juta jiwa dan menyumbang 7,3 persen dari PDB global, dengan kontribusi hampir 8,8 persen terhadap pertumbuhan ekonomi dunia dalam dekade terakhir (World Economics, 2025).

Ravindra mengungkapkan total PDB kolektif ASEAN telah melampaui US $4 triliun, menjadikannya ekonomi ke-4 terbesar di dunia, tumbuh sekitar 25 persen lebih cepat dari rata-rata global (IMF, 2025).

Menurut Ravindra faktor seperti digitalisasi, integrasi ekonomi, dan bonus demografi (by 2030 third supplier of labor) menjadikan ASEAN tak hanya pasar besar, tetapi sebagai pusat inovasi dan investasi di kawasan Indo-Pasifik.

Penilaian Ravindra sejalan dengan Prof. Kishore Mahbubani yang juga menilai bahwa ASEAN sebagai suatu “miracle” atau “keajaiban” karena 50 tahun pasca berdirinya ASEAN mampu terhindar dari konflik mayor antar negara dibandingkan blok blok regional lainnya.

Prof Kishore juga menyebut bahwa hal ini mengejutkan karena populasi ASEAN memiliki “extreme diversity” dari segi latar belakang budaya, kepercayaan dan way of life.

Hal ini menurutnya salah satunya berkat “Treaty of Amity” yang ditandatangani 1976 di Bali – nilai nilai organisasi ASEAN yang berdasarkan pembangunan konsensus, penghindaran use of force, penghormatan terhadap kedaulatan bangsa bangsa.

"TAC harus terus menjadi pedoman hubungan antara negara ASEAN dan mitranya, apalagi di era Geopolitik yang semakin tak menentu,” ujar politisi Partai Golkar dalam keterangannya.

Sementara itu Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono pada KTT menyatakan ulang tahun Treaty of Amity and Cooperation (TAC) ke 50 pada 2026 merupakan momentum penting dalam meneguhkan kembali nilai nilai ASEAN: perdamaian, stabilitas dan kerjasama kawasan.

“Beliau (Menlu) mengapresiasi kepemimpinan Malaysia dalam memfasilitasi gencatan senjata Thailand Kamboja,” imbuh Ravindra.

Indonesia juga mengapresiasi komitmen keduanya dalam menyelesaikan perbedaan lewat dialog dan konsultasi dan penandatanganan ini turut disaksikan serta mendapat dukungan positif oleh Presiden AS Donald Trump.

Di sisi lain, terkait dengan Myanmar, Indonesia ASEAN terus mendorong implementasi 5-PC sebagai kebijakan utamanya dan tentuya terlaksananya 5-PC membutuhkan peran aktif dari Myanmar sebagai negara berdaulat, hal ini sesuai dengan prinsip-prinsip TAC.

ASEAN juga menjaga hubungan baik dengan berbagai poros geopolitik dan menjadi platform yang terpercaya bagi berbagai negara tersebut seperti China, US, Russia, Japan, India dan EU dalam melaksanakan dialogue serta kerja sama.

Data menunjukkan seperti perdagangan ASEAN dengan China meningkat sekitar 15 persen dan dengan AS naik 12 persen pada 2024.

Ravindra menilai Indonesia sebagai penggagas dan yang menyumbang hampir setengah dari populasi ASEAN dan juga lebih dari sepertiga PDB ASEAN memiliki peran yang signifikan di dalam menentukan langkah bersama ASEAN.

Berkat dorongan Indonesia dan dukungan ASEAN secara keseluruhan, ASEAN sudah mencapai kesepakatan substansial pada ASEAN-DEFA pada KTT (Digital Economy Framework Agreement) DEFA yang merupakan perjanjian komprehensif pertama di bidang digital, untuk membentuk integrated digital ekonomi di kawasan ASEAN.

Cakupanya meliputi kerja sama pada keamanan siber, electronic payments, perlindungan source code dan cross border payment.

DEFA diperkirakan bakal memberi kontribusi sampai dengan USD 366 Mio Dollar pada PDB ASEAN di tahun 2030.

RCEP yang diinisiasi pada KTT Bali dan ditandatangani di KTT ASEAN 2020 akan ‘diimplementasikan secara bertahap merupakan salah satu perjanjian perdagangan bebas yang terbesar di dunia dan melibatkan sepuluh negara ASEAN serta enam negara mitra (Tiongkok, Jepang, Korea Selatan ,Australia, Selandia Baru dan India). Dalam hal ini RCEP mewakili 29,6 persen penduduk dunia dan 30,2 persen PDB.

Kementerian Perdagangan menyebut dengan hadirnya RCEP potensi export Indonesia diproyeksikan meningkat 21 x lebih tinggi dibanding jika tidak bergabung RCEP tahun 2040 mendatang.

Pada KTT Asean ke-13 Presiden Trump mengapresiasi Indonesia, Malaysia, dan Brunei atas peran serta negara negara ASEAN dalam upaya memujudkan perdamaian di Timur Tengah.

Editor : Eka Rahmawati
#asean #ravindra airlangga