Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Begini Tanggapan Pakar Iklan Soal Klaim Aqua Soal Sumber Air Mereka dari Pegunungan

Yosep Awaludin • Jumat, 7 November 2025 | 15:31 WIB
Hery Margono, Ketua Badan Musyawarah Etika Dewan Periklanan Indonesia,
Hery Margono, Ketua Badan Musyawarah Etika Dewan Periklanan Indonesia,

RADAR BOGOR - Ketua Badan Musyawarah Etika Dewan Periklanan Indonesia, Hery Margono menjelaskan bahwa posisi Aqua yang mengklaim air minum mereka dari air pegunungan tidak salah dari sisi periklanan dan marketing.

Selain itu, kata Hery, Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) juga telah membuktikan hal ini dalam kunjungannya ke Aqua.

"Jika lembaga yang berwenang BPKN sudah mengonfirmasikan sumber air Aqua dari pegunungan, berarti boleh klaim dari pegunungan," ungkap Hery Margono Jumat 7 November 2025.

Herry juga mantan sekretaris jenderal Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (P3I) ini menjelaskan, bahwa yang keliru untuk dilakukan adalah klaim yang tidak berbasis pada fakta.

Produksi sebuah iklan pun harus dilakukan berdasarkan prinsip kejujuran dan tidak boleh membuat misleading atau menyesatkan.

"Jika faktanya sumber air Aqua tidak semua bersumber dari air pegunungan maka klaim harus disesuaikan, walaupun pada mulanya bersumber dari air pegunungan," jelasnya.

Hery menilai wajar isu sumber Aqua ini cepat menjadi perkara viral di masyarakat. Ia mengatakan, perkara yang utama adalah pelopor industri air mineral yang telah beroperasi sejak 50 tahun lalu ini telah memenangkan market share sebagai market leader AMDK.

"Kemudian juga (Aqua) sudah memenangkan pangsa hati (heart share) dan pangsa benak (mind share) jadi cepat mencuat," terangnya.

Seperti yang diketahui, kunjungan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi ke pabrik Aqua di Subang memicu masalah sumber air Aqua.

Video kunjungan tersebut membuat gaduh di masyarakat dan menyebabkan ketidaksepakatan publik tentang sumber air Aqua.

Vera Galuh Sugijanto, Wakil Sekretaris Umum Utama Danone Indonesia, menegaskan bahwa sumber air pegunungan, yang ditunjukkan oleh berbagai penelitian dan sains, mulai dari geologi hingga hidrologi, adalah dasar dari klaim label Aqua.

Dia menjelaskan bahwa sumber air diambil melalui pengeboran. "Jadi sumber airnya adalah sumber air pegunungan sesuai dengan klaim kami di label," katanya.

"Tetapi cara pengambilannya tentunya industri manapun yang menggunakan air tanah dalam penggunaannya, pengambilannya dengan pengeboran. Jadi pengeboran itu adalah caranya, tetapi sumber airnya adalah sumber air pegunungan," jelasnya.

Kunjungan BPKN ke pabrik Aqua pada Kamis kemarin membuktikan pernyataan Vera. Menurut Muhammad Mufti Mubarok, Ketua BPKN, Aqua tidak menipu masyarakat tentang sumber air mereka.

Hasil peninjauan menunjukkan bahwa air yang diambil benar-benar berasal dari aliran bawah tanah alami yang ada di wilayah pegunungan.

"Kami telah menyaksikan sendiri bahwa Aqua memang air gunung. Prosesnya memang melalui pengeboran, tetapi sumber airnya tetap dari pegunungan," tuturnya.

Air yang diambil melalui metode pengeboran diambil dari sumber tanah dalam dengan wilayah yang dikonservasikan dengan baik dan berkelanjutan, bukan dari sumber buatan atau air tanah biasa.

Ini hanyalah bagian dari proses produksi yang memenuhi standar teknis. BPKN juga berterima kasih atas standar kualitas Aqua selama proses produksi.

Mufti mengatakan bahwa Aqua menggunakan lebih dari 400 parameter untuk menguji kualitas air, meskipun standar nasional tidak mewajibkannya.

Dia berharap produsen lain akan mengikuti standar ini. Menurutnya Ini menunjukkan komitmen tinggi terhadap kualitas dan keamanan produk.

"Sebenarnya tidak perlu 400, tapi ini dilakukan, dan ini menjadi catatan kami bahwa konsumen harus percaya bahwa ini air berkualitas," jelasnya. (***)

Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post
Editor : Yosep Awaludin
#Air Pegunungan #aqua #Periklanan