RADAR BOGOR - Setelah penantian panjang, gelombang pencairan dana bansos melalui Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) kembali menunjukkan geliat signifikan, terutama bagi nasabah salah satu bank himbara yakni Bank BNI.
Sejak akhir pekan lalu, khususnya pada tanggal 9 dan 10 November 2025, sejumlah KPM melaporkan adanya saldo mendadak sebesar Rp600.000 masuk ke rekening KKS mereka.
Pertanyaan pun menyeruak, apakah ini dana Program Keluarga Harapan (PKH) atau Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) untuk tahap keempat periode Oktober-Desember 2025?
Mengutip informasi dari kanal YouTube Diary Bansos, menjelaskan panduan penting bagi KPM yang pencairannya masih terkendala, termasuk juga solusi lengkap bagi yang mengalami status Gagal Cek Rekening dalam sistem SIKS-NG.
Berdasarkan pantauan dan testimoni yang dikumpulkan, saldo sebesar Rp600.000 terpantau masuk ke rekening KKS, khususnya bagi KPM Bank BNI. Angka ini memicu kebingungan karena dapat merujuk pada beberapa komponen, baik BPNT tahap 4 (periode 3 bulan) maupun salah satu komponen PKH.
Namun, kajian rinci terhadap asal transfer menunjukkan bahwa sebagian besar dana masuk berasal dari Ditjen Jaminan Sosial Keluarga (JSK).
Dalam konteks bansos, aliran Dana dari JSK secara khusus ditujukan untuk bantuan PKH. Meskipun demikian, ada pula KPM yang meyakini bahwa dana tersebut adalah BPNT murni.
Pencairan ini diprediksi akan terus bergulir, sehingga KPM di berbagai daerah disarankan untuk rutin melakukan pengecekan saldo secara berkala.
Bagi KPM yang hingga kini bantuannya belum cair, pembaruan status di SIKS-NG, sistem yang digunakan oleh pendamping sosial, menunjukkan bahwa proses penyaluran Bansos PKH dan BPNT tahap 4, serta Bantuan Langsung Tunai (BLT) Kesejahteraan Sosial (Kesra) Rp900.000 (periode Oktober-Desember 2025), terus berjalan.
Baca Juga: Mohon Maaf, Bansos BPNT Tahap 4 Belum Cair di KKS Baru, Ternyata Begini Status Terbaru di SIKS-NG
Status terbaru untuk para KPM yang baru menerima KKS baru (peralihan dari PT Pos Indonesia) adalah sebagai berikut:
- BPNT (Sembako): Periode Salur Oktober-Desember 2025, dengan status transaksi Berhasil Cek Rekening. Tahapan selanjutnya adalah proses SPM, SP2D, dan SI (Standing Instruction) sebelum akhirnya dana masuk.
- PKH: Periode Salur Oktober-Desember 2025, dengan status transaksi sudah mencapai SPM (Surat Perintah Membayar). KPM kini hanya tinggal menunggu terbitnya SP2D.
- BLT Kesra Rp900.000: Status masih dalam Proses Cek Rekening di perbankan. Bantuan ini ditujukan untuk KPM desil 1 hingga desil 4 dan memiliki batas waktu pencairan hingga akhir tahun 2025.
Cara Memperbaiki Status Gagal Cek Rekening
Salah satu masalah utama yang menyebabkan penundaan pencairan adalah status Gagal Cek Rekening (GCR). Status ini muncul karena adanya perbedaan atau ketidaksesuaian data antara data kependudukan (Dukcapil) KPM dengan data di perbankan.
Bagi KPM yang mendapati status GCR, langkah-langkah yang harus segera dilakukan adalah:
- Pemadanan Data Dukcapil: Segera padankan dan perbarui data kependudukan di sistem SIKS-NG melalui operator desa atau kelurahan. Pastikan data di KKS sudah sesuai dengan Kartu Keluarga (KK) terbaru.
- Jika Terdapat Exclude GCR: Apabila setelah pemadanan data masih muncul keterangan exclude (dikeluarkan) Gagal Cek Rekening, KPM diwajibkan untuk Mengusulkan Ulang melalui aplikasi SIKS-NG Desa/Kelurahan. Pengusulan ulang ini penting agar KPM bisa kembali mendapatkan jatah bansos.
Para KPM diimbau untuk tidak panik dan segera berkoordinasi dengan pendamping sosial PKH atau operator SIKS-NG di tingkat desa/kelurahan untuk memastikan status pencairan dan meminimalisir risiko kegagalan transfer. Pencairan diperkirakan akan terus berlangsung secara bertahap dalam beberapa hari ke depan.***