Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Kemenperin Gandeng Mediawave, Beri Akses Platform AI bagi Industri Kecil dan Menengah

Dede Supriadi • Jumat, 14 November 2025 | 18:30 WIB

 

Ditjen IKMA Reni Yanita bersama Founder dan Chairman Mediawave Yose Rizal melakukan penandatanganan kerjasama, pada Jumat, 14 November 2025.
Ditjen IKMA Reni Yanita bersama Founder dan Chairman Mediawave Yose Rizal melakukan penandatanganan kerjasama, pada Jumat, 14 November 2025.

RADAR BOGOR - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA), menjalin kerja sama dengan Mediawave untuk menghadirkan digitalisasi Industri Kecil dan Menengah (IKM) melalui solusi berbasis teknologi kecerdasan buatan (AI).

Kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) di Hotel Ibis Styles Bogor Pajajaran, pada Jumat, 14 November 2025 yang membuka akses bagi IKM untuk menggunakan MWX platform AI marketplace yang dikembangkan oleh Mediawave khusus untuk kebutuhan pelaku usaha.

Ditjen IKMA, Reni Yanita mengatakan, penandatanganan kerja sama ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan yang digelar Ditjen IKMA, berupa Workshop Pemanfaatan AI untuk IKM yang digelar selama dua hari pada 13 - 14 November 2025.

Workshop yang diikuti oleh 65 IKM ini mengangkat topik Awareness Transformasi IKM dan Adopsi INDI 4.0 untuk IKM dan Sosialisasi pedoman penerapan keamanan siber di sektor industri yang bekerja sama dengan Badan Siber dan Sandi Negara.

Selain itu, MWX juga melatih IKM untuk memanfaatkan AI dalam proses produksi, marketing, hingga penjualan.

“IKM tidak bisa lagi hanya mengandalkan cara konvensional, kita ingin peserta yang hadir hari ini menjadi contoh bahwa efisiensi usaha dapat meningkat melalui digitalisasi,” ujarnya.

Dalam pemaparannya, perekonomian Indonesia pada Triwulan III 2025 tumbuh 5,04 persen, didorong oleh kuatnya kinerja sektor industri manufaktur yang mencatat kontribusi 17,39 persen terhadap PDB serta pertumbuhan 5,58 persen.

Investasi di sektor ini juga mencapai Rp 193,4 triliun atau 39,36 persen dari total investasi.

Peran Industri Kecil dan Menengah (IKM) dinilai sangat krusial dalam menopang sektor manufaktur.

Saat ini terdapat 4,43 juta unit IKM atau 99,29 persen dari seluruh unit usaha industri, yang menyerap 12,81 juta tenaga kerja.

Tingginya penetrasi internet mencapai 229 juta penggun mendorong percepatan digitalisasi IKM.

Untuk itu, Ditjen IKMA terus memperluas literasi digital lewat program e-Smart IKM, yang hingga triwulan III telah melatih 31.306 IKM di seluruh Indonesia.

“Transformasi digital bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. Melalui kerja sama dengan MediaWave, kami ingin memastikan IKM Indonesia tidak tertinggal dalam pemanfaatan teknologi AI," ujar Reni.

Dalam penguatan transformasi digital, Ditjen IKMA menggunakan tools pengukuran INDI 4.0, di mana hasil self-assessment terhadap 204 IKM menunjukkan skor rata-rata 1,45 (level 1).

Ini menandakan perlunya peningkatan kompetensi SDM, digital marketing, serta digitalisasi proses produksi.

“IKM telah menjadi tulang punggung industri nasional, karena itu, penguatan SDM, literasi digital, dan keamanan siber adalah prioritas dalam menyongsong era Industri 4.0,” tambahnya.

Ditjen IKMA juga menyoroti pentingnya AI dalam meningkatkan produktivitas industri. Laporan AWS menunjukkan 59 persen perusahaan pengguna AI mengalami kenaikan pendapatan rata-rata 16 persen.

Namun, risiko keamanan siber tetap menjadi perhatian, terlebih sektor manufaktur mencatat serangan siber tertinggi global sebesar 26 persen.

Sementara itu, Founder dan Chairman Mediawave Yose Rizal menjelaskan bahwa banyak pelaku IKM selama ini belum dapat mengakses teknologi digital yang terjangkau dan terintegrasi.

“Teknologi selama ini masih cukup mahal, kemudian teknologinya rumit, tidak terintegrasi, sehingga data-data pun sulit dijadikan keputusan bisnis, banyak pelaku usaha juga tidak memiliki sumber daya digital seperti perusahaan besar,” ujar Yose.

Ia menambahkan bahwa dengan jumlah 1,5 juta pelaku usaha, kenaikan produktivitas kecil sekalipun dapat berdampak besar.

“Kenaikan produktivitas 12 persen saja sudah bisa menyumbang besar ke PDB dan penciptaan lapangan kerja. Apalagi Presiden Pak Prabowo menargetkan pertumbuhan ekonomi 8 persen. Dengan 1,5 juta UMKM ini, kalau produktivitas naik 5 persen saja, kontribusinya sudah sangat besar,” ucapnya.

MWX memperkenalkan berbagai solusi berbasis AI yang dapat langsung digunakan oleh IKM, mulai dari riset pasar otomatis, pembuatan konten pemasaran, hingga manajemen pelanggan.

“Selama ini banyak produk tidak optimal karena tidak punya akses ke konsultan atau market research, dengan AI kemampuan itu sekarang bisa dimiliki semua orang,” beber dia.

Melalui MWX, para pelaku IKM dapat melihat analisa kompetitor, mengetahui keinginan konsumen, dan membaca tren pasar semudah mengetik perintah.

Ia juga menegaskan bahwa AI dapat mempermudah tugas-tugas lain seperti pembuatan video, gambar, caption, manajemen pelanggan, hingga laporan keuangan.

“Insyaallah, dari pengalaman kami, penggunaan AI bisa menurunkan biaya 70–80 persen, meningkatkan produktivitas, dan akhirnya menaikkan penjualan,” tambahnya.(ded)

Editor : Eka Rahmawati
#kemenperin #mediawave