Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Kisah Kapal SPPG Menyebrangi Laut demi Antarkan MBG untuk 951 Anak-Anak Pulau

Eka Rahmawati • Jumat, 14 November 2025 | 19:41 WIB
Para relawan SPPG di Kecamatan Aluh-Aluh, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan mengantar MBG.
Para relawan SPPG di Kecamatan Aluh-Aluh, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan mengantar MBG.

RADAR BOGOR - Distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk siswa sekolah tidak selalu mudah seperti yang terjadi di Kecamatan Aluh-Aluh, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.

Demi mengantar menu MBG tiba di sekolah, para relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) harus menyeberangi laut dan sungai dan memastikan ratusan porsi makanan itu tiba di sekolah tepat waktu.

Kepala SPPG Aluh-Aluh Besar, Kasful Anwar menyampaikan pihaknya bertanggung jawab dalam mendistribusikan sebanyak 2.138 porsi MBG kepada lebih dari 30 sekolah di tiga desa wilayah Aluh-Aluh.

Kasful menjelaskan dari 2.138 penerima manfaat, sebanyak 1.187 berada di daratan dan 951 di antaranya terdapat pulau-pulau terpisah sehingga distribusinya harus melalui jalur laut lalu sungai.

"Kami menggunakan dua klotok (kapal) dan satu mobil untuk armada,” ujar Kasful dalam keterangannya Jumat, 14 November 2025.

Setiba di dermaga empat relawan bergegas mengantar paket MBG ke sekolah-sekolah di Desa Aluh-Aluh Kecil dan Desa Podok yang berada di pulau terpisah dan biasanya, anak-anak sudah menunggu dengan antusias serta membantu membawakan paket makanan ke sekolah.

Baca Juga: Pemerintah Sudah Salurkan 1,1 Miliar Porsi MBG, Ciptakan 418.545 Lapangan Kerja Baru, 36 Juta Warga Telah Ikuti Cek Kesehatan Gratis

“Rata-rata sekolahnya berada di pinggir air, sekitar 30 meter dari dermaga, anak-anak biasanya ikut membantu, mereka antusias sekali,” kata Kasful.

Ratusan porsi MBG diberikan untuk siswa PAUD hingga SMP di kedua desa tersebut dan telah disiapkan sejak pukul 07.00 pagi dan setelah proses bongkar muat sekitar setengah jam, dua kapal pengangkut MBG berangkat menuju pulau.

Perjalanan menuju lokasi memakan waktu sekitar 30 menit, relawan harus menyeberangi laut dan menyusuri sungai hingga tiba di dermaga Aluh-Aluh Kecil dan Podok yang kemudian ratusan porsi MBG didrop di titik-titik sekolah. Selanjutnya sekitar pukul 08.30, biasanya sudah sampai di lokasi serta disambut antusias siswa.

Ia menyebut penerima manfaat MBG di kedua desa tersebut sebagian besar merupakan anak-anak dari keluarga petani dan nelayan.

“Kebanyakan masyarakat di sana dari kalangan menengah ke bawah,” imbuh Kasful.

Baca Juga: CEO Promedia Tegaskan Oknum Tukang Olah Proyek MBG Harus Dibersihkan, Jangan Rusak Program Unggulan Presiden

Program MBG di wilayah Aluh-Aluh Besar menurut Kasful baru berjalan sekitar tiga pekan dan sejak resmi beroperasi pada 29 Oktober 2025 lalu, distribusi awal difokuskan di sekolah-sekolah wilayah daratan selanjutnya dalam dua minggu terakhir, penyaluran diperluas sampai ingga ke wilayah pulau.

Pendistribusian pun dilakukan secara bertahap, setelah awalnya di darat dan dua minggu terakhir ini baru ke jalur laut.

Editor : Eka Rahmawati
#SPPG #pulau #Mbg