Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Care Economy, Wujud Perlindungan Sosial yang Diberikan Pemerintah kepada Lansia dan Penyandang Disabilitas

Fransisca Susanti Wiryawan • Minggu, 16 November 2025 | 14:18 WIB
Care Economy merupakan wujud kepedulian sosial Pemerintah bagi lansia dan kaum penyandang disabilitas.
Care Economy merupakan wujud kepedulian sosial Pemerintah bagi lansia dan kaum penyandang disabilitas.

RADAR BOGOR – Melalui Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial, Kementerian Sosial membangun Care Economy, yaitu ekosistem layanan yang tidak hanya memulihkan, tetapi juga membuka lapangan kerja bernilai sosial tinggi di sektor pelayanan.

Care Economy merajut kembali martabat, menjangkau yang terlupakan, dan memulihkan yang terpinggirkan.

Care Economy merupakan transformasi yang menempatkan manusia sebagai pusat pembangunan.

Ekosistem tersebut menghubungkan tenaga perawatan sosial keluarga, lembaga kesejahteraan, dan masyarakat.

Bersama para caregiver, pekerja sosial, dan masyarakat, jumlah layanan semakin meningkat, menjangkau yang belum terjangkau. Memungkinkan yang belum mungkin, dan membuka lapangan pekerjaan baru.

Sebesar 12% dari populasi Indonesia atau sekitar 33,8 juta jiwa adalah lansia. Sementara 8,5% adalah penyandang disabilitas.

Angka tersebut menyatakan kepedulian bukan sekedar nilai moral, tetapi fundamental sejati dari kesejahteraan sosial.

Hal tersebut sesuai dengan SDGs, yaitu tujuan tanpa kemiskinan, kehidupan sejahtera, pekerjaan layak dan pengurangan kesenjangan.

Kementerian Sosial memperkuat perlindungan sosial yang adaptif dan inklusif. Komitmen tersebut tercermin dalam Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

Cita keempat, yaitu peningkatan pelayanan dasar dan perlindungan sosial. Sementara Cita keenam, yaitu mewujudkan perlindungan sosial yang adaptif dan inklusif.

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf menerjemahkan arah besar itu ke dalam 9 kebijakan utama, termasuk Care Economy, yaitu suatu gerakan yang menempatkan kepedulian sebagai jantung dari sistem kesejahteraan sosial.

Pengembangan Care Economy melalui perluasan pelibatan caregiver.

“Pak Supomo (Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosia) mulai praktek caregiver. Caregiver sekarang ini kan prakteknya sederhana. Jadi, anak-anak sekarang diajari menjadi pendamping dengan memiliki keterampilan,” ujar Menteri Sosial Saifullah Yusuf.

Bagi banyak lansia dan penyandang disabilitas, yang menjalani hari-hari dalam kesunyian tanpa dukungan, tanpa pendampingan, Pemerintah kini hadir dengan pendekatan sosial yang lebih manusiawi, kasih sayang, dan berkelanjutan.

Berdasarkan penguatan pengembangan rehabilitasi dan Care Economy, negara memastikan setiap orang mendapat perawatan yang manusiawi, berkelanjutan, dan bermartabat.

Pendekatan tersebut sesuai dengan RPJMN 2025-2029 yang menempatkan Care Economy sebagai agenda strategis pembangunan sosial dan menjadi bagian penting dalam rencana strategis Kementerian Sosial dalam meningkatkan ketahanan sosial bangsa.

Para caregiver dilatih untuk memberikan perawatan langsung, bukan sekedar membantu aktivitas harian, namun menjadi teman, pendengar, dan penguat semangat. Caregiver tersebut memberikan perhatian, kasih sayang, dan rasa aman.

Hingga saat ini, 245 pendamping rehabilitasi sosial telah dilatih sebagai caregiver formal dan akan turun lapang ke tengah masyarakat sebagai care manager yang mengedukasi dan membina keluarga agar mampu menjadi caregiver informal.

Dengan demikian, jumlah layanan semakin meningkat. Hal tersebut menjangkau yang belum terjangkau, memungkinkan yang belum mungkin, dan membuka lapangan kerja baru.

Caregiver merupakan garda terdepan dalam Care Economy. Caregiver memberikan empati, bekerja dengan hati, dan menebar makna kemanusiaan dari rumah ke rumah, dan dari desa ke kota.

Care Economy merupakan integrasi lintas sektor antara Kementerian Sosial, Kementerian Kesehatan, Kementerian Ketenagakerjaan, Kementerian Dalam Negeri, Bappenas, dan Pemerintah Daerah.

Tak hanya Pemerintah, lembaga kesejahteraan sosial, akademisi, masyarakat, dan dunia usaha pun ikut terlibat.

Kini para lansia dan disabilitas tidak lagi sendiri. Ada yang datang menemani, membantu, dan menguatkan setiap hari melalui kerja bersama pekerja sosial, caregiver, dan masyarakat. Pemerintah memastikan setiap warga hidup bahagia, bermartabat, dan berdaya.

Hal tersebut merupakan makna sejati dari Care Economy, yaitu ekonomi yang mengakui, menghargai, dan memuliakan kerja perawatan sebagai fondasi kesejahteraan sosial dan pembangunan manusia Indonesia.(**)

Sumber naskah: Instagram Rehabilitasi Sosial

Editor : Alpin.
#Care Economy #penyandang disabilitas #perlindungan sosial #lansia