Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Masih Viral hingga Saat Ini, Kisah di Balik Petugas Street View yang Menyusuri Kota dengan Berjalan Kaki dan Membawa Kamera 360 Derajat

Gabriel Anderson Nainggolan • Minggu, 16 November 2025 | 21:11 WIB
Petugas Street View saat berjelajah di area Jakarta.
Petugas Street View saat berjelajah di area Jakarta.

RADAR BOGOR - Di salah satu gang sempit di Jakarta, langkah seorang pria dengan ransel besar berbentuk tabung bulat menarik perhatian warga.

Di punggungnya terpasang kamera 360 derajat yang tampak berputar pelan, memindai setiap sudut jalan.

Banyak yang mengira ia turis asing dengan peralatan aneh, namun ketika ditanya, pria itu tersenyum dan menjawab singkat: “Saya petugas Street View, jalan kaki se-Indonesia.”

Seketika warga terdiam, lalu ramai mengeluarkan ponsel dan merekam momen langka itu.

Kehadirannya seolah menegaskan bahwa ibu kota tak pernah kehabisan kejutan.

Selama ini masyarakat mengenal Google Maps lewat mobil dengan kamera tinggi di atas kap.

Tapi tak banyak yang tahu bahwa untuk menjangkau gang sempit, trotoar padat, hingga pasar tradisional, ada petugas yang melakukannya dengan berjalan kaki.

Kota sebesar Jakarta, dengan labirin jalannya, menjadi salah satu lokasi yang paling menantang.

Dalam video yang viral itu, pria tersebut tampak santai melangkah di bawah terik matahari.

Meski hanya seorang diri, ia mengaku terbiasa menempuh jarak puluhan kilometer sehari.

“Yang penting jalur aman dan lengkap,” katanya sambil terus berjalan.

Di belakangnya, beberapa warga terlihat penasaran, mengikuti sembari mengamati cara kerja kamera yang tampak seperti bola futuristik itu.

Perangkat yang dibawanya dikenal sebagai Trekker, kamera 360 derajat yang dirancang khusus untuk kawasan pejalan kaki.

Bentuknya menyerupai tabung besar di dalam rangka besi, menempel pada ransel berbobot belasan kilogram.

Di kota sesibuk Jakarta, ia harus berhati-hati menghindari motor yang naik trotoar, pedagang kaki lima, hingga petugas parkir yang tiba-tiba menghentikan kendaraan.

Yang unik, sosok itu bukan karyawan Google yang bekerja di kantor luar negeri dengan fasilitas mewah.

Ia merupakan bagian dari mitra pemetaan yang bertugas mendokumentasikan lokasi-lokasi tertentu.

Tugasnya membutuhkan stamina tinggi, ketelitian dalam mengikuti rute, serta kesabaran menghadapi kondisi Jakarta yang sering macet bahkan bagi pejalan kaki.

Isu soal “gaji Rp3 juta per hari” sempat ramai dibicarakan warganet dan membuat pekerjaan ini terasa seperti profesi impian.

Namun setelah ditelusuri, angka tersebut hanyalah bumbu dari viralnya video.

Petugas Street View tidak menerima bayaran fantastis per hari; pendapatan mereka mengikuti standar kontrak perusahaan mitra yang merekrutnya.

Meski begitu, tugasnya tidak bisa dianggap remeh. Untuk menghasilkan jalur Street View yang akurat, ia harus memastikan rekaman tidak terputus, kamera stabil, dan rute terekam sesuai panduan.

Salah belok sedikit saja bisa berarti mengulang kembali jalur yang sama, yang di Jakarta sering kali berarti menghadapi kerumunan dan kemacetan pejalan kaki.

Viralnya sosok itu membuat banyak warga menyadari betapa rumitnya proses di balik peta digital yang mereka gunakan sehari-hari.

Di kota sebesar Jakarta, yang berubah begitu cepat, pembaruan Street View menjadi pekerjaan yang tak pernah selesai.

Hal-hal kecil seperti posisi halte baru, jembatan layang, hingga gang yang dibuka ulang, butuh dokumentasi manusia seperti dirinya.

Hingga kini, video tersebut masih ramai berseliweran di media sosial.

Di berbagai platform, netizen masih memperdebatkan soal status pekerjaannya, peralatan yang dibawanya, hingga rumor gaji fantastis yang sempat bikin heboh.

Beragam komentar bermunculan, dari yang sekadar penasaran hingga yang kagum dengan dedikasi pria itu.

Di tengah hiruk pikuk Jakarta, pria dengan kamera raksasa di punggungnya itu tetap melangkah.

Bukan demi sensasi, bukan demi angka viral, tetapi untuk memastikan peta yang kita gunakan setiap hari terus akurat menggambarkan wajah kota.

Dari gang-gang kecil hingga trotoar yang sesak, ia merekam kehidupan apa adanya secara langkah demi langkah.(*)

Editor : Alpin.
#jakarta #google maps #street view