RADAR BOGOR – Jagat pendidikan Indonesia kembali dibuat geger.
Sebuah potongan pidato Presiden Prabowo Subianto yang ditayangkan dalam sebuah acara resmi mendadak viral, terutama ketika beliau menyinggung persoalan utama penyebab keterlambatan pencairan tunjangan profesi guru (TPG) selama ini.
Dilansir dari kanal YouTube Guru Abad 21, dijelaskan bahwa proses pencairan tunjangan sertifikasi guru per bulan untuk tahun 2026 telah dimulai secara teknis.
Info dari Admin Info GTK
• Pengantrian data Dapodik semester genap harus rampung sebelum akhir Januari 2026.
• Validasi tahap pertama langsung dimulai pada minggu pertama Februari.
Langkah ini dilakukan agar pembayaran tunjangan sertifikasi per bulan dapat terlaksana tanpa hambatan. Kebijakan tersebut disebut sebagai salah satu percepatan paling berani dalam sejarah pembayaran tunjangan profesi guru.
Mendikbud Siapkan Sistem Baru Penyaluran
Menteri Pendidikan Prof. Abdul Mukti sebelumnya telah mengonfirmasi bahwa tahun 2026 menjadi titik balik:
• Tunjangan sertifikasi akan dibayarkan setiap bulan.
• Mekanisme disinkronkan dengan sistem BPJS.
• Pembayaran dilakukan langsung ke rekening guru ASN daerah.
Dengan sistem baru ini, kebocoran, keterlambatan, dan “penahanan” anggaran yang selama ini menjadi keluhan para guru diharapkan hilang total.
Guru Diminta Bergerak: Dapodik Jadi Penentu
Percepatan luar biasa yang dilakukan pemerintah berarti para guru harus bersiap sejak sekarang. Hal yang perlu diingat adalah:
• Tugas dan beban kerja semester genap harus disusun jauh-jauh hari.
• Pengisian data harus akurat dan selesai sebelum 31 Januari 2026.
• Kesalahan sekecil apa pun dapat membuat SKTP terlambat keluar.
Dengan percepatan validasi, guru kini memiliki kesempatan lebih besar untuk menerima tunjangan tepat waktu, bahkan setiap bulan.
Jika semua berjalan mulus, tahun 2026 akan tercatat sebagai:
• Tahun pertama tunjangan sertifikasi cair bulanan.
• Tahun berakhirnya pola pembayaran lambat.
• Tahun lahirnya reformasi birokrasi tunjangan guru.
Para guru kini tinggal menunggu realisasi penuh dari sistem baru ini.***
Editor : Eli Kustiyawati