Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Menjelang Hari Guru 2025, Ada Dua Kado dari Pemerintah untuk Pendidik ASN dan Non-ASN, Simak Rinciannya

Khairunnisa RB • Senin, 17 November 2025 | 07:45 WIB
Ilustrasi guru saat melakukan kegiatan pembelajaran di kelas
Ilustrasi guru saat melakukan kegiatan pembelajaran di kelas

RADAR BOGOR – Menjelang Hari Guru Nasional 2025, pemerintah memberikan serangkaian kabar bahagia yang diklaim sebagai bentuk apresiasi dan pembenahan sistem pendidikan nasional.

Dilansir dari kanal YouTube Guru Abad 21, berikut dua kabar yang akan membuat para guru bahagia.

1. Insentif Guru Honorer Naik Mulai 2026

Guru honorer yang belum sertifikasi akhirnya bisa bernapas lega.

Jika pada 2025 mereka menerima Rp2,1 juta untuk tujuh bulan, maka pada 2026 pemerintah menaikkan insentif sebesar Rp100.000 per bulan.

Kebijakan ini diambil setelah perjuangan panjang Komisi X DPR dan diumumkan langsung oleh Mendikbud.

Tambahan dana ini akan masuk langsung ke rekening guru melalui mekanisme transfer per individu.

2. TPG Bukan per Triwulan, tetapi per Bulan

Bagi guru yang menunggu-nunggu TPG triwulan, kebijakan baru ini menjadi titik balik.

Mulai 2026, pencairan TPG dilakukan setiap bulan sebagaimana guru-guru di bawah Kementerian Agama.

Admin Info GTK pusat telah memulai langkah teknis menuju implementasi regulasi tersebut.

Baca Juga: Guru ASN Belum Cair? Ini Alasan Mengapa Non-ASN Lebih Cepat Dapat TPG Triwulan IV

Empat instruksi penting bagi sekolah dan guru pun disampaikan:

• Dapodik Harus Final Paling Lambat Akhir Januari

Data semester genap 2025/2026 wajib selesai sebelum akhir Januari karena validasi dimulai awal Februari.

• Validasi Dipercepat

Proses validasi TPG dimulai minggu pertama Februari, dua bulan lebih cepat daripada biasanya.

• Pembagian Tugas Guru Wajib Diperbarui

Sekolah yang masih sering mengubah jam mengajar di awal semester wajib menyelesaikannya lebih awal.

• Siap-Siap Sinkron BPJS

Program BPJS yang sedang disinkronkan disebut akan mempercepat proses pencairan bulanan.

Tak hanya soal tunjangan dan insentif, pemerintah juga memperkuat peningkatan kompetensi guru.

Mulai 2027, Bahasa Inggris menjadi mata pelajaran wajib mulai kelas 3 SD.

Persiapan dimulai sejak tahun depan dengan pelatihan masif bagi guru SD.

Pemerintah menilai langkah ini sebagai bagian dari transformasi pendidikan Indonesia menuju standar global.***

Editor : Eli Kustiyawati
#honorer #guru #pendidikan