RADAR BOGOR – Menjelang Hari Guru Nasional 2025, dunia pendidikan Indonesia kembali dikejutkan oleh dua kabar besar yang dinilai sebagai angin segar bagi jutaan pendidik di seluruh Tanah Air.
Dilansir dari kanal YouTube Guru Abad 21, ada dua berita baik menjelang Hari Guru.
Yang pertama ditujukan untuk guru non-ASN nonsertifikasi, dan yang kedua untuk seluruh guru bersertifikasi, baik ASN maupun non-ASN.
INSENTIF HONORER RESMI NAIK MULAI 2026
Salah satu kabar yang paling ditunggu adalah pengumuman kenaikan insentif untuk guru honorer yang belum sertifikasi.
Selama 2025, para guru honorer menerima insentif Rp2,1 juta yang dicairkan sekaligus untuk tujuh bulan pada Juli 2025 lalu.
Namun, mulai 2026 insentif itu resmi dinaikkan Rp100.000 per bulan.
Pengumuman ini disampaikan langsung oleh Menteri Pendidikan dan diperkuat hasil perjuangan Komisi X DPR RI.
Dengan kenaikan ini, guru honorer akan menerima tambahan insentif yang ditransfer langsung ke rekening masing-masing.
Pemerintah menyatakan langkah ini sebagai bagian dari penguatan kesejahteraan guru.
TPG 2026: CAIR SETIAP BULAN
Kabar kedua jauh lebih mengejutkan. Mulai tahun 2026, tunjangan sertifikasi guru (TPG) bakal dicairkan setiap bulan, setara dengan mekanisme pencairan guru di Kementerian Agama selama ini.
Admin Info GTK pusat telah mengonfirmasi hal ini secara teknis. Empat poin penting yang wajib diperhatikan guru adalah sebagai berikut:
1. Rencana pembayaran bulanan sudah masuk tahap teknis
Admin Info GTK memastikan bahwa sistem sedang disiapkan untuk pencairan TPG per bulan mulai 2026.
2. Deadline sinkronisasi Dapodik dimajukan
Guru diminta memastikan pengentrian data Dapodik semester genap 2025/2026 sudah final sebelum akhir Januari 2026, karena validasi tahap 1 dimulai minggu pertama Februari.
3. Validasi dimulai lebih cepat
Jika selama ini validasi berlangsung pada Maret–April, tahun depan dipercepat menjadi awal Februari untuk mempersiapkan pencairan bulanan.
4. Pembagian beban kerja harus selesai lebih awal
Sekolah wajib memastikan pembagian tugas guru untuk semester genap sudah final sebelum akhir Januari agar tidak menghambat proses verifikasi TPG.
Tak hanya soal tunjangan, pemerintah juga menyinggung rencana peningkatan kualitas guru.
Disebutkan bahwa mulai 2027 Bahasa Inggris akan menjadi mata pelajaran wajib mulai kelas 3 SD.
Karena itu, mulai tahun depan pemerintah akan memberikan pelatihan intensif Bahasa Inggris bagi guru SD yang akan mengajar.
Dua kabar besar ini sontak menjadi sorotan, tak hanya karena dampaknya terhadap kesejahteraan guru, tetapi juga terhadap kualitas pendidikan nasional.
Dengan kenaikan insentif honorer dan pencairan TPG bulanan, pemerintah dinilai semakin menunjukkan komitmen perbaikan sistem mendidik di Indonesia.***
Editor : Eli Kustiyawati