Pakar IPB University Ungkap Penyebab Kasus Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi di Malang, Begini Katanya
Rani Puspitasari Sinaga• Senin, 17 November 2025 | 15:47 WIB
Ilustrasi gawai dimainkan para remaja.
RADAR BOGOR - Kasus remaja yang melaporkan ibu kandung ke polisi akibat ditegur bermain gawai banyak disorot masyarakat, hingga pakar IPB University.
Pakar IPB University yang juga merupakan Guru Besar Pengasuhan Anak, Prof Dwi Hastuti menyebut bahwa kasus remaja di Malang itu tidak bisa dilepaskan sebuah karakter dari para generasi Z.
Gen Z atau remaja, kata pakar IPB University itu, salah satunya remaja asal Malang tersebut tumbuh di dunia yang penuh dengan teknologi yang intens.
Belum lagi, lanjut dia, perlakuan remaja itu juga telah melanggar norma dan juga ajaran agama, dengan tidak menghormati orang tua mereka.
Berkembangnya pola relasi keluarga di zaman sekarang, namun orang tua, kata Prof Tuti, masih harus memegang kendali pengasuhan anak yang masih remaja, atau belum memasuki umur dewasa.
Untuk itu, Prof Tuti pun menyarankan sebuah pola pendekatan untuk orang tua. Namanya Tranquility-Calmness Parenting.
Pola tersebut, mengedepankan kesabaran, keikhlasan mendidik anak dan juga memahami nilai spiritual anak.
Dia juga meminta para orang tua untuk membatasi anak menggunakan gawai.
Begitu juga dengan orang tua yang harus membatasi menggunakan gawai ketika dengan anak di rumah.
Prof Tuti juga menyarankan agar orang tua dan anak membuat kesepakatan bersama dalam screening gawai jika di rumah.
Juga mengatur waktu bersama dalam berbagai hal, sehingga ada kebersamaan antar orang tua dan anak.