Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Kolaborasi UGM dan PT Pupuk Indonesia Dorong Efisiensi Usaha Tani Melalui Teknologi Pertanian Presisi

Siti Dewi Yanti • Kamis, 20 November 2025 | 20:43 WIB
Kolaborasi UGM dan PT Pupuk Indonesia untuk meningkatkan produktifitas dan penghasilan petani
Kolaborasi UGM dan PT Pupuk Indonesia untuk meningkatkan produktifitas dan penghasilan petani

RADAR BOGOR - Modernisasi pertanian diharapkan mampu meningkatkan produktivitas dan menekan biaya produksi.

Saat ini, petani skala kecil di Indonesia menghadapi dilema dengan rendahnya pemasukan akibat penurunan produksi dan perubahan iklim.

Berdasarkan data BPS, rata-rata pendapatan petani skala kecil sebesar Rp1.555.000 per bulan.

Keterbatasan modal dan tingginya biaya penggunaan teknologi secara langsung menghambat kemampuan petani skala kecil untuk menerapkan teknologi pertanian presisi.

Dukungan subsidi teknologi berbasis kebutuhan petani skala kecil, akses kredit lebih mudah dan program pelatihan intensif menjadi isu penting untuk meningkatkan kesejahteraan petani.

Adopsi teknologi presisi ini memanfaatkan data dan perangkat untuk pengelolaan sumber daya dan input berbasis data dengan mengoptimalkan penggunaan pupuk, air, dan pestisida sesuai kebutuhan tanaman.

Sehingga hasil panen maksimal, biaya input minimal, dan keuntungan petani meningkat.

Bagi petani skala kecil, adopsi teknologi pertanian presisi memerlukan biaya cukup besar seperti penggunaan teknologi Internet of Things (IoT).

IoT meliputi drone, sensor pertanian, informasi geografis, biaya akses jaringan internet, pelatihan dan pemeliharaan alat.

Besarnya biaya tersebut tidak sejalan dengan rendahnya pemasukan yang diterima petani, sehingga banyak petani skala kecil menghindari risiko dan memilih menerapkan pertanian tradisional dengan pengembalian keuntungan yang pasti.

Menanggapi kondisi tersebut, PT Pupuk Indonesia (Persero) bersama Tim Kajian Fakultas Pertanian menjalankan kajian nasional bertajuk Analisis Usahatani dan Adopsi Teknologi Pertanian Presisi di 13 provinsi strategis di Pulau Jawa, Sulawesi, Sumatera, Bali dan NTB.

Kolaborasi ini bertujuan meningkatkan efisiensi dan produktivitas usahatani melalui pemanfaatan teknologi pertanian presisi yang adaptif, berbasis data, dan ramah lingkungan.

Kajian ini melibatkan 760 petani padi dan jagung yang tersebar di berbagai wilayah sentra pertanian.

Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan teknologi pertanian presisi mampu meningkatkan efisiensi penggunaan input berupa benih, pupuk, pestisida, dan tenaga kerja.

Kajian ini menjadi bukti nyata upaya UGM dan PT Pupuk Indonesia dalam mendukung transformasi sektor pertanian nasional yang lebih modern dan berkelanjutan.

Ketua Tim Kajian Fakultas Pertanian UGM, Dr. Hani Perwitasari, S.P., M.Sc., menjelaskan bahwa adopsi teknologi presisi memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan efisiensi biaya dan hasil produksi.

Meski demikian, ia mengungkapkan, sejumlah kendala masih dihadapi petani dalam proses adopsi, seperti keterbatasan infrastruktur internet di wilayah pedesaan, biaya investasi yang relatif tinggi, serta rendahnya literasi teknologi.

“Sebagian besar petani belum memiliki pencatatan usaha tani yang memadai. Padahal, pencatatan sangat penting dalam praktek pertanian presisi karena membantu petani mengambil keputusan berbasis data,” ujarnya.

Lebih lanjut, hasil kajian ini menegaskan pentingnya pencatatan usaha tani sebagai bagian integral dari sistem pertanian modern.

Dengan data yang terdokumentasi secara sistematis, petani dapat mengevaluasi kinerja produksi, merencanakan kegiatan budidaya secara tepat, serta memperoleh akses lebih mudah terhadap pembiayaan dan asuransi pertanian.

Editor : Siti Dewi Yanti
#pt pupuk indonesia #ugm #pertanian