Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Kenali Ciri-Ciri Anak Kecanduan Game Online, Psikolog Beberkan Penjelasannya

Abilly Muhamad • Rabu, 26 November 2025 | 21:50 WIB
Psikolog Asri Widyastuti.
Psikolog Asri Widyastuti.

‎RADAR BOGOR - Psikolog Asri Widyastuti membeberkan penjelasan terkait anak yang mengalami kecanduan menggunakan gadget atau game online.

‎Asri Widyastuti menjelaskan bahwa, kecanduan penggunaan gadget atau game online pada anak dan remaja memang belum ada klasifikasi dalam buku gangguan kesehatan mental.

‎"Jadi ini sebenarnya kecanduan gadget belum termasuk kedalam gangguan di buku klasifikasi gangguan yang dipakai oleh psikolog dan psikiater, tapi masih ke dalam gangguan yang perlu dipelajari lebih lanjut," ujarnya kepada Radar Bogor, Rabu 26 November 2025.

‎Akan tetapi, hal tersebut perlu dipelajari lagi terkait klasifikasi gangguannya itu ada namanya internet gaming disc order.

Internet gaming disc order ini memiliki ciri-ciri diantaranya bila anak dan remaja selama 12 bulan sudah ter okupasi terus menerus bermain game.

‎"Orang yang mengalami adiksi atau kecanduan bermain game online itu biasnya mikirin terus nanti game berikutnya seperti apa ya, levelnya seperti apa. Kemudian mungkin ketika beraktifitas pun terus memikirkan game yang akan dimainkan," jelas dia.

‎Kedua, kata dia, anak memunculkan prilaku withdrawal ketika tidak bermain game online. Misalnya, mudah marah, mudah tersinggung, cemas atau merasa sedih ketika game itu diambil.

‎Lalu, kecanduan anak terhadap penggunaan gagdet atau game juga berdampak ke kehidupan sehari-hari, seperti lupa untuk makan, tidak tidur bahkan melakukan aktifitas bolos sekolah hanya untuk bermain game online.

Kata dia, jika anak semakin impulsif maka tidak akan bisa berhenti untuk bermain gadget.

‎"Jadi kalo kita simpulan faktor terbesar yang membuat anak atau remaja jatuh dalam kecenderungan atau adiksi gadget adalah yang pertama hormon dopamin atau faktor biologis, kedua pengawasan atau pendampingan keluarga atau orang tua, terakhir adalah keterampilan pengendalian diri," pasar dia.

‎Oleh karena itu, untuk mencegah anak mengalami gangguan gadget dan game online maka orang tua harus melakukan peringatan dini.

‎Dia menjelaskan bahwa berdasarkan pengalaman yang diterima peringatan dini yang harus dilakukan ialah ketika anak mulai melakukan manipulatif atau berbohong demi bisa bermain game online.

‎Sebab itu, kata dia, maka orang tua harus mulai memperhatikan apabila anak ingin beraktifitas seperti menggunakan gawai untuk tugas sekolah, serta pergi kerja kelompok bersama temannya.

‎"Atau mungkin ada game tertentu yang anak itu bisa membeli suatu aksesoris permainan jadi permainan anak atau remaja ini kan ada sesuatu yang kita beli dan transaksi pakai uang. Nah anak atau remaja ini bisa berbohong meminta uang kepada orang tua untuk membeli sesuatu padahal digunakan untuk membeli aksesoris dari game itu. Jadi itu yang perlu kita perhatikan," terang dia

‎Kemudian, kata dia, anak-anak ini juga mungkin kalo sekolah terlihat lesu karna kurang tidur akibat main game terus menerus.

‎"Habis itu juga ga minat untuk sekolah karna kepikiran main game terus. Jadi itu adalah peringatan yang harus diperhatikan oleh kita sebagai orang tua," kata dia.

‎Dengan begitu, kata dia, pengawasan anak sangat penting untuk mencegah terhadap anak agar dari kecanduan menggunakan gadget.

‎Dia juga menyebut, apabila orang tua bisa membatasi penggunaan dan memberikan edukasi kepada anaknya bahwa gadget menjadi sarana tempat edukasi maka kecanduan game akan menurun.

‎Kemudian, pengawasan di lingkungan sekolah, kata dia, jika sekolah bisa memberikan aktivitas yang menstimulasi dengan positif maka akan baik.

‎"Kalo misalkan lingkungan sekolah nya malah mendukung penggunaan gadget terkhusus bermain game online secara terus menerus maka itu juga memperbesar kemungkinan seseorang adiksi akhirnya," ungkapnya.

‎Namun, kata dia, yang paling penting mencegah anak dari kecanduan game ialah peran setiap orang tua.

‎"Kemudian faktor keluarga itu paling penting sedangkan sekolah dan konten digital itu masih secondary gak seperti sepenting keluarga. Konten yang memicu kecanduan gadget adalah iklan dari permainan atau game yang membuat kita penasaran," tutupnya.(abl)

Editor : Alpin.
#anak-anak #gadget #kecanduan game online