RADAR BOGOR - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengumumkan keberhasilan pelaksanaan sejumlah program utama yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan dan kualitas guru, sesuai dengan janji yang telah disampaikan.
Kabar utama yang disampaikan Mendikdasmen pada pucak perayaan Hari Guru Nasional 2025 merupakan terealisasinya kenaikan tunjangan bagi para pengajar di Tanah Air.
Secara spesifik, tunjangan guru non ASN yang sebelumnya dijanjikan naik kini resmi terlaksana, dengan nominal mencapai Rp2 Juta.
“Izin kami sampaikan, tunjangan guru non-ASN yang bapak (Presiden Prabowo) janjikan naik Rp2 juta sudah terlaksana,” ucap Abdul Mu’ti dilansir dari Youtube Kemdikdasmen.
Tak hanya guru non-ASN, tunjangan guru ASN juga telah terlaksana sebesar gaji pokok dan tunjangan ini disertai dengan bonus yang ditransfer langsung.
“Tunjangan guru ASN sebesar gaji pokok juga sudah terlaksana dengan bonus ditransfer langsung,” lanjutnya.
Meskipun saat ini bonus masih ditransfer setiap tiga bulan sekali, Mendikdasmen menyatakan akan berupaya agar mulai tahun depan yakni 2026, transfer bonus tersebut dapat dilakukan setiap bulan.
Kesempatan Sertifikasi dan Peningkatan Kualifikasi Massal
Untuk meningkatkan kompetensi dan legalitas pengajaran, program Pendidikan Profesi Guru (PPG) digalakkan secara besar-besaran.
Sepanjang tahun 2025, kementerian telah memberikan kesempatan kepada 808.865 guru untuk mengikuti program PPG.
Guru yang berhasil lulus PPG tahun ini diharapkan dapat segera menerima tunjangan sertifikasi pada tahun berikutnya.
Selain itu, kementerian berkomitmen penuh untuk meningkatkan kualifikasi akademik para guru melalui program beasiswa studi S1 menggunakan sistem Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).
Program ini menyasar guru-guru yang belum memiliki ijazah D4 atau S1:
- Pada tahun 2025, sebanyak 12.500 guru mendapatkan beasiswa Rp3 juta per semester.
- Program ini akan diperluas secara signifikan pada tahun 2026 dengan target 150.000 guru baru.
Secara total, selama dua tahun (2025-2026), diperkirakan sebanyak 162.500 guru akan memperoleh gelar S1.
Peningkatan kualifikasi ini diharapkan menjadi jembatan bagi mereka untuk mengikuti PPG dan akhirnya mendapatkan tunjangan sertifikasi, yang secara otomatis akan meningkatkan kesejahteraan hidup mereka.***
Editor : Eka Rahmawati