Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Viral, Diduga Korban Banjir Sumatera Bayar Starlink Rp20 Ribu Per Jam Padahal Gratis, Begini Respons Kemkomdigi

Robecca Sesaria • Jumat, 5 Desember 2025 | 14:40 WIB
Wiaji Cahyaningrum, Pranata Humas Ahli Madya Komdigi, memberikan penjelasan resmi terkait beredarnya hoaks saat konferensi pers di Banda Aceh, Selasa (2/12/2025).
Wiaji Cahyaningrum, Pranata Humas Ahli Madya Komdigi, memberikan penjelasan resmi terkait beredarnya hoaks saat konferensi pers di Banda Aceh, Selasa (2/12/2025).

RADAR BOGOR – Jagat media sosial dihebohkan oleh tudingan adanya pungutan liar (pungli) dalam pemanfaatan layanan internet Starlink.

Layanan ini seharusnya disalurkan secara cuma-cuma kepada warga yang terdampak bencana banjir bandang dan longsor di wilayah Sumatera.

Isu dugaan pungli ini pertama kali mencuat di platform X (dulu Twitter) melalui akun @narraesya pada Senin (1/12/2025).

Akun tersebut membagikan keluhan dari seorang teman yang berdomisili di Langsa, Aceh.

“Teman saya di Langsa bilang, jaringan Starlink untuk korban banjir yang harusnya gratis malah disewakan Rp20 ribu per jam. Apa yang harus dilakukan? @elonmusk,” tulisnya.

Menanggapi isu yang viral ini, Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia (Kemkomdigi RI) segera memberikan penegasan.

Kemkomdigi memastikan bahwa layanan internet Starlink yang disediakan sebagai bantuan bencana di Aceh adalah gratis dan sama sekali tidak diperjualbelikan.

Penegasan ini disampaikan oleh Pranata Humas Ahli Madya Komdigi RI, Wiaji Cahyaningrum, dalam konferensi pers yang diadakan di Banda Aceh pada Kamis (4/12/2025).

“Kami menegaskan kembali bahwa akses jaringan internet lewat Starlink di wilayah terdampak bencana hidrometeorologi di Aceh adalah gratis, tanpa pungutan biaya, baik untuk posko maupun fasilitas publik,” tegas Wiaji Cahyaningrum.

Lebih lanjut, Wiaji menambahkan bahwa Starlink juga telah mengumumkan secara resmi bahwa layanan tersebut digratiskan selama satu bulan penuh untuk kawasan yang terdampak bencana.

Oleh karena itu, Kemkomdigi meminta dukungan dari pihak media untuk membantu meluruskan informasi jika muncul kabar hoaks terkait praktik jual-beli layanan atau perangkat Starlink di lapangan.

“Jika ada berita hoaks yang menyebutkan perangkat itu dijualbelikan setelah diberikan, tolong dibantu diluruskan,” tegasnya.***

Editor : Eli Kustiyawati
#internet #pungli #bencana banjir bandang dan longsor #starlink