RADAR BOGOR - Bencana yang melanda wilayah Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh menyisakan trauma mendalam bagi anak-anak. Senyum manis mereka, perlahan direnggut dengan rasa khawatir, berikut cerita relawan SalamAid saat menyalurkan bantuan untuk para warga di lokasi bencana.
Saat hujan turun, jantung anak-anak di Tamiang sontak berdetak kencang, suara gemuruh air yang saat itu menggerus rumahnya masih terngiang di telinga.
“Betul mereka takut kalau hujan, jangankan anak-anak kami aja yang dewasa takut. Apalagi kemarin pas hujan air sungai naik satu meter,” kata Fadil Relawan SalamAid kepada Radar Bogor.
Bagi mereka, hujan itu alarm hidup dan mati, tangan mereka, tak pernah lepas memeluk erat orang tuanya, bibir tipisnya nyaris tak pernah kering dari lantunan puji-pujian.
Anak-anak baru bisa merasa lega saat hujan reda, bagi yang masih punya orang tua, mereka bisa kembali bercengkrama, tapi lain hal dengan yang tidak memiliki nasib serupa.
“Dua hari lalu sempat bertemu dengan seorang anak yang tidak tahu arah, dia bingung mau pulang ke mana, orang tuanya tidak ada,” jelas Fadil.
Potongan kayu gelondongan jadi spot favorit anak-anak di sana. Bukan untuk bermain, tetapi meretapi nasib yang menimpanya, mereka duduk dengan tatapan kosong.
“Iya banyak banget anak-anak yang suka bengong, kadang ada yang di atas kayu terus ada juga yang di depan posko, saya juga miris melihatnya,” terang Fadil.
Ada satu hal yang membuat Fadil lebih miris, perilaku anak-anak di Aceh Tamiang berubah drastis. Mereka getol untuk mendatangi bahu jalan provinsi hanya untuk mencari makanan.
“Mereka mulai meminta-minta, bukan tidak membolehkan tapi ditakutkan keselamatan mereka, nah itu sudah mulai minta-minta anak-anak kecil di Tamiang,” ucap Fadil.
Pasokan makanan yang didistribusikan memang sudah mulai menjamur, tetapi belum mampu menjamah ke lokasi-lokasi warga yang ada di gang kecil.
Dalam dua hari kedepan, gerakan sosial SalamAid di Aceh Tamiang akan diubah, mereka akan fokus untuk menggelar kegiatan trauma healing khusus untuk anak-anak.
“Untuk traima healing belum banyak yah, mangkannya nanti kami selama dua hari kedepan akan bangak bermain dengan anak-anak, termasuk juga mungkin orang tuanya,” pungkasnya (bay)
Editor : Eka Rahmawati