RADAR BOGOR – Ketersediaan obat-obatan di posko relawan SalamAid, Kuala Simpang, Aceh Tamiang, mulai menipis. Kondisi ini terjadi seiring meningkatnya aktivitas warga yang membersihkan sisa rumah pascabanjir.
Relawan SalamAid, Fadil, mengatakan banyak warga mengalami luka luar saat beres-beres rumah. Mayoritas luka disebabkan tertusuk paku dan seng bekas bangunan.
“Warga sudah mulai beraktivitas. Banyak yang kecukag paku. Ada yang sampai tembus ke punggung kaki,” kata Fadil.
Ia menjelaskan, dalam dua hari terakhir penggunaan obat meningkat drastis. Dari semula dua box container obat, kini tersisa sekitar 50 persen.
“Obat cepat habis karena mayoritas pasien luka luar. Kena paku, kena seng, saat mereka bersih-bersih rumah,” ujarnya.
Fadil menyebut, sebagian besar warga tidak menggunakan alas kaki saat beraktivitas. Kondisi tanah yang masih berlumpur membuat sandal maupun sepatu sulit digunakan.
“Kalau pakai sandal, susah jalannya karena lumpur. Jadi warga lebih memilih tanpa alas kaki,” jelasnya.
Kondisi tersebut sudah berlangsung sejak tiga hari terakhir. Kasus luka terbanyak terjadi di wilayah Kuala Simpang.
“Ini sudah tiga hari terakhir. Kejadiannya kebanyakan di Kuala Simpang,” ungkap Fadil.
Relawan berharap adanya tambahan bantuan medis, khususnya obat luka dan antiseptik. Pasalnya, aktivitas warga diperkirakan masih akan terus berlangsung dalam beberapa hari ke depan. (bay)
Editor : Alpin.