Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Bahas Kemajuan Pembangunan PSEL, KLH Bersama Kemenko Bidang Pangan dan Danantara Gelar Rakortas 

Yosep Awaludin • Kamis, 18 Desember 2025 | 11:35 WIB
Menteri LH - Kepala BPLH Hanif Faisol, saat memberikan keterangan pers usai Rakortas.
Menteri LH - Kepala BPLH Hanif Faisol, saat memberikan keterangan pers usai Rakortas.

RADAR BOGOR - Berlangsung di kantor Kemenko Pangan, Rabu 17 Desember 2025, Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), Kementerian Koordinator Bidang Pangan, dan Danantara mengadakan rapat koordinasi terbatas (Rakortas).

Rakortas diadakan untuk membahas kemajuan dalam pembangunan pengelolaan sampah menjadi energi listrik atau pengelolaan sampah menjadi energi.

Pemerintah telah menyetujui tujuh aglomerasi dari 13 kabupaten/kota untuk Tahap Pertama program Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL), tetapi Rakortas ini secara khusus membahas Tahap Kedua.

Menurut Hanif Faisol Nurofiq, Menteri Lingkungan Hidup dan Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, diskusi Rakortas akan berfokus pada wilayah tambahan yang belum dimasukkan ke dalam Tahap Pertama.

"Jadi hari ini khusus untuk membahas Tahap Kedua. Setelah kita setujui tujuh aglomerasi untuk 13 kabupaten/kota di Tahap Pertama kemarin, hari ini kita membahas sisanya di Tahap Kedua," katanya.

Menurut hasil verifikasi lapangan dan keputusan Rakortas, Tahap Kedua PSEL menyetujui sepuluh kabupaten/kota yang terdiri dari tiga kotamadya: Lampung Raya, Surabaya Raya 2 dan Serang Raya.

Dia menyatakan bahwa dalam Lampung Raya, masuknya mencakup Kota Bandar Lampung, Kabupaten Lampung Selatan, dan Kabupaten Lampung Timur.

Di sisi lain, Surabaya Raya 2 mencakup Kota Surabaya, Kabupaten Gresik, Kabupaten Sidoarjo, dan Kabupaten Lamongan.

Hanif mengatakan bahwa Surabaya sebelumnya memiliki satu PSEL melalui Perpres 35 Tahun 2018, tetapi karena volume sampah yang terus meningkat, perluasan aglomerasi dibuat.

Meskipun demikian, wilayah Serang Raya terdiri dari Kota Serang, Kota Cilegon, dan Kabupaten Serang.

"Jadi hari ini disepakati oleh rapat secara bulat untuk mengikuti program PSEL ada 10 kabupaten/kota yang terbagi menjadi tiga aglomerasi," ujarnya.

Namun demikian, Hamif menyatakan bahwa beberapa daerah belum diizinkan untuk berpartisipasi dalam PSEL Tahap Kedua.

Di antaranya adalah Malang dan Mojokerto, yang masih menghadapi masalah teknis dan non-teknis. Selain itu, kunjungan Menko Pangan ke Pekanbaru Raya masih belum diputuskan karena masalah komunikasi.

Namun, Kota Makassar masih belum mendapatkan keputusan, dan akan diarahkan untuk pembicaraan lanjutan dengan Danantara karena telah melalui prosedur sebelumnya melalui Perpres 35.

Hanif menyatakan bahwa empat wilayah metropolitan Bogor, Denpasar, Yogyakarta, dan Bekasi telah dianggap sudah siap untuk Tahap Pertama.

Di sisi lain, wilayah Tangerang, Medan, dan Semarang masih melakukan persiapan tambahan, termasuk verifikasi ulang kesiapan teknis, kata dia.

Hanif menekankan bahwa persiapan daerah untuk membangun PSEL tidak mudah karena harus memenuhi banyak persyaratan, seperti ketersediaan lahan dan air.

Dia menyatakan bahwa jika tidak ada air, tidak mungkin. Ini adalah masalah teknis yang belum disetujui untuk beberapa aglomerasi kabupaten/kota.

Pada saat yang sama, Pandu Sjahrir, Chief Investment Officer (CIO) Danantara, memberikan penjelasan tentang aspek bisnis dan investasi.

Di sisi lain, Danantara sentral mendesak penyelesaian sejumlah perjanjian untuk Tahap Pertama.

"Kita juga akan menyelesaikan tahap pertama dari Joint Venture Agreement, termasuk Power Purchase Agreement (PPA). Kita harapkan semua selesai akhir Februari," kata Pandu.

Untuk Tahap Kedua, Pandu berharap proyek dapat dimulai segera setelah semua perizinan dan persetujuan pemerintah rampung.

Dia menyatakan bahwa mereka akan mempercepat proses setelah persetujuan diberikan. Tujuan kami adalah agar proyek Tahap Satu dan Tahap Dua dapat dimulai pada akhir 2027.

Pandu juga mengungkapkan tingkat antusiasme yang tinggi terhadap proyek PSEL. Investor dari Timur Tengah, China, dan Jepang disebutkan menunjukkan minat besar untuk berpartisipasi, termasuk pemain yang belum lolos Tahap Pertama.

"Saya rasa antusiasmenya untuk Tahap Kedua akan sama besarnya, bahkan banyak pemain baru yang ingin ikut," jelasnya. (***)

Editor : Yosep Awaludin
#pengelolaan sampah #lingkungan hidup #Rakortas