Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Pemulihan Bencana Belum Optimal, Anak-anak di Tapanuli Sumatera Utara Rindu Sekolah

Muhamad Rifki Fauzan • Jumat, 19 Desember 2025 | 08:03 WIB
Anak-anak korban banjir bandang di Botangtoru, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.
Anak-anak korban banjir bandang di Botangtoru, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.

RADAR BOGOR - Sekolah jadi tempat yang dirindukan oleh anak-anak di Botangtoru, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.

Pasca diterjang bencana, bangunan tempat mereka menimba ilmu itu rata dengan tanah.

Kini, mereka belajar di sekolah darurat yang dibangun di posko pengungsian. Waktu belajar sangat terbatas. Satu sesi hanya berlangsung sekitar satu jam.

Guru-guru dari sekolah yang hancur tetap datang mengajar. Mereka berusaha agar anak-anak tetap mendapatkan ilmu meski dengan keterbatasan.

“Kegiatan belajar memang belum maksimal. Anak-anak pasti kangen sekolah dan teman-temannya,” kata Sufian, Relawan SalamAid.

Hingga kini, hanya ada satu titik sekolah darurat di desa tersebut. Sekolah ini melayani anak-anak dari tingkat SD hingga jenjang SMP.

Kebutuhan dukungan untuk sekolah darurat masih sangat besar. Banyak fasilitas yang belum tersedia. Buku, alat tulis, dan papan tulis masih terbatas.

Tim relawan yang ada juga sangat terbatas. Mereka hanya bisa membantu mengatur jadwal belajar dan memfasilitasi sedikit kebutuhan guru.

Kegiatan tambahan seperti membuat poster atau kegiatan seni kecil jarang dilakukan. Anak-anak hanya fokus belajar meski waktunya pendek.

Untuk sekolah yang tidak terdampak, anak-anak sudah kembali belajar seperti biasa. Namun bagi anak-anak di Desa Garuga, rindu sekolah masih sangat terasa.

“Belajarnya cuma satu jam. Proses belajar kurang maksimal. Tapi anak-anak tetap semangat,” tambah Sufian.

Meski terbatas, guru-guru terus berusaha menjaga motivasi belajar anak-anak. Mereka berharap bantuan lebih banyak segera datang.(bay)

Editor : Alpin.
#korban banjir #tapanuli #anak sekolah