Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Seni Berkata Tidak: Titik Balik Mr. S dari Kebangkrutan Berulang Menuju Hidup yang Harmonis, Inilah Kisah Pengusaha Jalani Hipnoterapi

Eka Rahmawati • Jumat, 19 Desember 2025 | 14:24 WIB
Nina Marlina seorang hipnoterapis klinis.
Nina Marlina seorang hipnoterapis klinis.

RADAR BOGOR - Bagi sebagian orang, kegagalan bukan lagi tamu asing, melainkan bayangan yang selalu mengikuti setiap ide bisnis baru. Itulah yang dirasakan oleh Mr. S, seorang pengusaha yang memiliki insting tajam dalam menghasilkan uang, tetapi selalu kandas dalam mempertahankannya.

Bisnis utamanya sukses besar setelah manajemennya dikelola oleh sang istri. Namun, setiap kali Mr. S mencoba membangun bisnis mandiri, ia terjebak dalam pola yang sama. Ia pernah membangun usaha yang berbeda, tetapi hanya dalam setahun modalnya miliaran ludes karena ia tak kuasa menolak orang yang berhutang. Dua tahun kemudian, ia mencoba lagi dengan modal lima kali lipat dari sebelumnya, tetapi kembali menguap dalam waktu singkat. Ia ditipu oleh orang yang mengelola bisnisnya.

Ketika seorang rekan menawarkan peluang baru dengan modal kecil, Mr. S justru dicekam ketakutannya sendiri. Ia sadar, masalahnya bukan pada strategi bisnis, melainkan pada sesuatu yang jauh lebih dalam di dalam dirinya. Meskipun takut gagal, ia menerima tawaran itu dan berupaya untuk mengubah dirinya. Atas kesadarannya, ia memutuskan menjalani hipnoterapi.

Memutus Rantai "Warisan" Emosional

Melalui proses hipnoterapi, Mr. S akhirnya berani menghadapi kebenaran tentang dirinya. Ia menemukan akar masalahnya. Ternyata perilakunya selama ini adalah duplikasi dari mendiang ayahnya. Sang ayah adalah sosok yang rela berhutang demi menolong orang lain, sebuah pola yang dulu sangat dibenci oleh Mr. S karena meninggalkan beban utang besar saat ayahnya berpulang.

Namun, di balik kebencian itu, Mr. S tanpa sadar mengulangi skenario yang sama untuk mendapatkan rasa bangga, sebuah kesombongan halus bahwa dirinya adalah "penolong". Ia sempat mengira kegagalannya adalah hukuman Tuhan, padahal itu adalah konsekuensi dari ketidakmampuannya menetapkan batasan.

Titik balik sesungguhnya terjadi ketika Mr. S mulai memproses emosi-emosi negatifnya dan memaafkan serta mengampuni ayahnya. Ia melepaskan amarah masa lalu dan menyadari bahwa ayahnya hanyalah manusia biasa yang juga terjebak dalam polanya sendiri. Dengan itu Mr. S akhirnya bisa melepaskan beban untuk menjadi "pahlawan" dengan cara yang salah.

Keberanian Menetapkan Batasan

Perubahan nyata terjadi bukan karena keajaiban, melainkan karena Mr. S mengubah cara ia merespons orang lain. Terbukti setelah sesi terapi terakhir selesai, ia menerima pesan dari seseorang yang biasa ia bantu yang ingin meminjam uang senilai sepuluh juta. Di masa lalu, ia akan merasa sesak karena rasa "nggak enakan".

Namun kali ini, ia dengan tenang menolak dengan halus karena sadar akan prioritasnya. “Maaf, saya sedang banyak keperluan dan tidak bisa membantu. Silahkan cari pinjaman sama yang lain.” balasnya lewat whatsApp.

Saat ditanya perasaannya, ia menjawab: "Lega."

Keberaniannya untuk berkata 'tidak' pada orang lain akhirnya membuatnya bisa berkata 'ya' pada kesejahteraan diri dan keluarganya. Ia menyadari bahwa selama ini hartanya aman di tangan istrinya karena itulah benteng terakhir yang ia miliki.

Keberlimpahan yang Sesungguhnya

Pasca terapi, hidup Mr. S berubah secara menyeluruh. Bisnis barunya berkembang pesat karena ia mampu memimpin dengan logika yang sehat. Namun, kemenangan terbesarnya ada di rumah. Hubungannya dengan keluarga menjadi jauh lebih harmonis. Ia kini terlibat aktif dalam pengasuhan anak dan menikmati liburan ke luar negeri bersama keluarga. Sesuatu yang dulu ia abaikan karena terlalu sibuk "menyelamatkan" orang lain.

Mr. S membuktikan bahwa untuk menyelamatkan bisnis, terkadang tidak butuh modal baru, melainkan keberanian untuk sembuh dan berdamai dengan masa lalu.

Penulis: Nina Marlina, Hipnoterapis Klinis
Instagram @nina_chandrakirana

Editor : Eka Rahmawati
#pengusaha #hipnoterapi