RADAR BOGOR – Bulan Rajab, salah satu dari empat bulan haram dalam Islam, kembali menjadi perhatian umat Muslim jelang awal bulan pada tahun ini. Buya Yahya memberikan penjelasan yang cukup menarik terkait itu, hingga puasa sunnah.
Dilansir YouTube Al-Bahjah TV, Buya Yahya menegaskan, bahwa sebenarnya tidak ada amalan khusus yang diwajibkan atau dianjurkan secara khusus di bulan Rajab. Termasuk salah satunya puasa sunnah.
Namun, Buya Yahya menambahkan, bahwa terdapat riwayat hadits shahih terkait puasa sunnah di bulan Rajab.
Hadits tersebut diriwayatkan oleh Utsman bin Hakim Al-Anshari:
“Saya bertanya kepada sahabat Sa’id bin Jubair mengenai puasa Rajab, dan saat itu kami berada di bulan Rajab. Dan beliau juga pernah berbuka hingga kami berkata bahwa beliau tidak akan puasa.”
Hadits ini menjelaskan bahwa Nabi Muhammad SAW kadang berpuasa secara berkelanjutan di bulan Rajab, tetapi di waktu lain beliau juga pernah tidak berpuasa sama sekali.
Buya Yahya menegaskan makna dari fenomena ini.
Menurutnya, apabila suatu amalan pernah dilakukan Nabi Muhammad SAW namun kemudian tidak selalu dikerjakan, maka amalan tersebut masuk kategori sunnah.
Termasuk di dalamnya adalah puasa sunnah Rajab, yang boleh dilakukan tetapi tidak diwajibkan.
Dengan demikian, umat Islam tidak perlu merasa terbebani atau menganggap ada ritual khusus yang harus dipatuhi selama bulan Rajab.
Yang terpenting adalah memanfaatkan momentum bulan mulia ini untuk meningkatkan ketakwaan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui berbagai ibadah yang dianjurkan, termasuk puasa sunnah jika mampu.
Bulan Rajab, meski tidak memiliki amalan khusus yang diwajibkan, tetap menjadi momen penting bagi umat Muslim untuk memperbanyak ibadah dan refleksi spiritual, meneladani akhlak Nabi, serta menjaga konsistensi dalam berpuasa dan amal saleh sepanjang tahun.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga