Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Cerita Relawan SalamAid di Aceh: Ramadhan Jadi Harapan, Warga Desa Blang Cut Mulai Tinggalkan Posko

Muhamad Rifki Fauzan • Jumat, 19 Desember 2025 | 21:09 WIB
Kondisi Desa Blang Cut, Aceh pasca bencana.
Kondisi Desa Blang Cut, Aceh pasca bencana.

RADAR BOGOR – Desa Blang Cut masih terasa asing bagi penghuninya sendiri, rumah-rumah berdiri bisu. Sebagian pintunya tertutup timbunan tanah, tak ada aktivitas sore, tak terdengar suara keluarga berkumpul seperti dulu.

Kerinduan itu kian terasa saat bulan suci Ramadhan mulai mendekat, warga ingin kembali merasakan sahur dan berbuka di rumah sendiri. Meski belum bisa sepenuhnya pulang, langkah kecil mulai mereka lakukan.

Setelah tinggal di posko pengungsian, sebagia warga perlahan meninggalkannya, mereka mencoba mendekat ke kampung halaman, meski hanya dengan tenda darurat di sekitar permukiman.

Warga sebelumnya mengungsi di Aula Kantor Bupati, kini mereka memilih mendirikan tenda mandiri dari sisa bangunan rumah. Tenda itu menjadi tempat beristirahat, sekadar melepas lelah di malam hari.

Namun, rumah tetap belum bisa dihuni, tebalnya timbunan tanah masih menutup akses hingga ke pintu. Harapan pulang pun harus ditunda, sambil menunggu kondisi benar-benar aman.

“Tinggalnya bukan di rumah, kami bikin tenda mandiri atau musala mandiri, tidurnya di situ karena rumah masih tertutup tanah,” kata Relawan SalamAid, Fadil kepada Radar Bogor, Jumat, 19 Desember 2025.

Di Kampung Blang Cut sendiri hanya terdapat dua titik tenda, setiap titik diisi sekitar 10 orang. Tenda-tenda itu dibuat dari bekas bangunan rumah yang rusak.

“Tendanya dari bekas bangunan rumah, jadi warga mencoba mendekat ke area pemukiman,” jelas Fadil.

Tenda hanya difungsikan sebagai tempat tidur, pada siang hingga sore hari, kawasan tersebut terlihat sepi, warga lebih banyak beraktivitas di luar lokasi.

“Kalau sore memang sepi, itu tempat buat tidur saja,” ujar Fadil.

Tim relawan terus mendampingi warga, MCK dan dapur umum dibangun untuk menunjang kebutuhan harian.

“Kami juga bangun MCK dan dapur, kami dampingi warga supaya bisa kembali ke rumahnya,” ungkap Fadil.

Upaya memantik semangat terus dilakukan, meski begitu, baru sebagian kecil warga yang sempat kembali ke rumah, bahkan ada yang belum sama sekali.

“Baru ada yang satu kali ke rumah, ada juga yang belum sama sekali,” terangnya.

Harapan warga kini tertuju pada bulan Ramadhan, mereka ingin ibadah dijalani di rumah sendiri atau setidaknya lebih dekat dengan kampung halaman.

“Mereka berharap saat bulan puasa nanti bisa kembali tinggal di rumah masing-masing atau mendekat ke pemukimannya,” pungkas Fadil. (bay)

Editor : Eka Rahmawati
#SalamAid #aceh