RADAR BOGOR - Pemerintah menurunkan harga tiket pesawat hingga 14 persen selama periode Natal dan Tahun Baru 2026.
Potongan harga tiket pesawat dimulai 22 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026. Hal itu disampaikan Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK).
AHY menjelaskan di Bandara Soekarno-Hatta pada Senin, 22 Desember 2025, bahwa akan ada beberapa hari di mana jumlah penumpang bakal melonjak. Untuk itu, masyarakat diharapkan dapat mengambil keuntungan dari kebijakan penurunan harga tiket pesawat tersebut.
Contohnya, tanggal 20–21 Desember 2025 dianggap sebagai puncak arus Natal 2025 dan tanggal 28–29 Desember 2025 dianggap sebagai puncak arus libur Tahun Baru 2026.
"Diperkirakan ada tanggal-tanggal yang akan menjadi peak season. Kita harapkan dengan kebijaksanaan seperti potongan harga tiket pesawat ini menambha jumlah perjalanan, menambah jumlah penerbangan, dan masyarakat bisa mendapatkan kenyamanan sekaligus harga tiket yang lebih terjangkau," tuturnya.
Sebelum ini, AHY tiba di Bandara Soetta untuk memeriksa kesiapan atau memantau pergerakan penumpang untuk angkutan libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
AHY menyatakan pada kesempatan itu bahwa Terminal 1C Bandara Soetta menjadi lebih anggun dan kontemporer. Bukan hanya masalah tampilan; itu menunjukkan transformasi.
AHY menyatakan bahwa ini menunjukkan keinginan untuk mempertahankan Bandara Internasional Soekarno-Hatta sebagai pusat transportasi udara yang semakin maju dan berkelas dunia untuk bandara lain di Indonesia.
Secara keseluruhan, AHY menyatakan bahwa Bandara Soekarno-Hatta telah mempersiapkan semua persyaratan dan layanan yang dibutuhkan oleh angkutan Nataru dengan baik. Dia berharap penerbangan berjalan dengan aman, lancar, dan menyenangkan.
"Tadi saya bertanya tentang On time Performences (OTP), waktu dari penerbangan kita sudah di atas 90%, tapi mudah-mudahan semakin baik dari waktu ke waktu," ujarnya.
AHY juga meminta orang untuk berhati-hati saat melakukan perjalanan penerbangan. Khususnya, berhati-hatilah dengan cuaca yang buruk dan ekstrem di akhir tahun ini. "Kami berharap semakin banyak orang yang pergi, semakin baik ekonominya," tandasnya. (***)
Editor : Yosep Awaludin