TUJUH tahun bukan perjalanan yang singkat.
Bagi Visi Nusantara (Vinus) Maju yang berdiri pada 24 Desember 2018, rentang waktu ini adalah jejak konsistensi, keberanian dan keberpihakan pada kemajuan masyarakat.
Di usianya yang ketujuh, Vinus merayakan hari lahir dengan tema yang bermakna besar yaitu “Merawat Bumi, Mencintai Kemanusiaan.”
Tema ini bukan sekadar slogan, melainkan refleksi mendalam atas cara Vinus memaknai peran sosialnya selama ini.
Sejak awal berdiri, Vinus menunjukkan diri sebagai gerakan yang tidak berhenti pada ruang gagasan.
Ya, Lembaga Studi Vinus hadir sebagai wadah pemikiran kritis dan advokasi intelektual.
Di sisi lain, Koperasi Galang Visi Nusantara tumbuh pesat dengan anggota ribuan orang.
Itu membuktikan, pemberdayaan ekonomi dapat dibangun melalui gotong royong dan partisipasi warga.
Ekspansi Vinus ke dunia pendidikan melalui Institut Teknologi Bisnis Vinus.
Kemudian hadirnya Visinews.net serta berbagai inisiatif seperti Vinus Care, Vinus Edu Trip, Vinus Muda, Vinus Lawfirm, hingga Vinus Empowerment Space, menunjukkan betapa luas spektrum kerja organisasi ini.
Ya, Vinus bukan hanya bergerak, tetapi tumbuh. Bukan hanya tumbuh, tetapi memberi manfaat yang nyata.
Vinus Care, misalnya, menjadi wajah kemanusiaan Vinus yang sangat terasa.
Banyak masyarakat terbantu, itu menunjukkan kerja sosial tidak harus berteriak, tetapi berjalan tenang dan berdampak panjang.
Sementara itu, komunitas muda Vinus Muda memberi ruang bagi generasi baru untuk mengasah kepedulian, kepemimpinan, dan kreativitas.
Semua inisiatif ini memperlihatkan satu benang merah yakni Vinus tumbuh dengan akar yang kuat pada nilai kemanusiaan.
Tak bisa dipisahkan dari perjalanan itu adalah sosok Yusfitriadi, pendiri sekaligus energi utama Visi Nusantara Maju.
Dikenal luas sebagai pengamat sosial politik yang kritis, Kang Yus adalah figur yang dekat dengan para jurnalis.
Wartawan sering menjadikannya rujukan, bukan hanya karena keluasan wawasannya, tetapi karena kerendahan hati dan keterbukaannya untuk dihubungi kapan pun diperlukan.
Di tengah derasnya opini publik dan informasi, keberadaan tokoh seperti Yusfitriadi menjadi penyangga penting, memberi perspektif jernih sekaligus tetap berpihak pada kepentingan masyarakat.
Memasuki usia tujuh tahun ini, Vinus mengajak kita untuk kembali ke akar yakni merawat bumi tempat kita berpijak dan mencintai sesama manusia tanpa batas-batas sosial yang memisahkan.
Dua hal itu menjadi fondasi masa depan Indonesia yang beradab dan berkelanjutan.
Di tengah tantangan lingkungan, kesenjangan sosial dan dinamika politik yang terus berubah, nilai-nilai ini bukan hanya relevan, tetapi sangat mendesak untuk diperjuangkan.
Harapannya, Vinus terus tumbuh sebagai gerakan yang melahirkan gagasan, memberdayakan masyarakat dan memperkuat ekosistem sosial yang lebih inklusif.
Tujuh tahun bukan hanya fondasi, tetapi perjalanan ke depan yang masih panjang.
Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian yang telah menjadi ciri khasnya, Vinus berpotensi menjadi salah satu motor perubahan sosial yang penting di Indonesia.
Selamat hari lahir yang ke-7 tahun untuk Vinus.
Semoga langkahnya makin kuat, manfaatnya makin luas dan komitmennya untuk merawat bumi serta mencintai kemanusiaan tetap menjadi cahaya bagi banyak orang. (*)
Lucky Lukman Nul Hakim
Pemimpin Redaksi radarbogor.jawapos.com