RADAR BOGOR - Sejak awal bencana melanda Sumatera, Danone Indonesia hadir untuk mendukung masyarakat terdampak.
Komitmen ini bukan sekadar bantuan darurat, tetapi bagian dari menjalankan nilai nilai Danone untuk selalu hadir bersama Indonesia secara berkelanjutan.
Kabupaten Aceh Tamiang menjadi salah satu wilayah terdampak paling parah, dengan
68 korban jiwa dan lebih dari 150.500 pengungsi. Kondisi pemulihan masih sangat menantang.
Akses jalan rusak, listrik terbatas, dan krisis air bersih membuat masyarakat harus bertahan di tenda darurat dengan keterbatasan pangan.
Di RSUD Aceh Tamiang, tenaga medis bekerja tanpa henti menangani lonjakan pasien, sementara anak-anak dan ibu hamil menjadi kelompok paling rentan terhadap risiko kekurangan gizi dan penyakit akibat lingkungan yang tidak higienis.
Vice President General Secretary Danone Indonesia,Vera Galuh Sugijanto, mengatakan, setelah hadir secara langsung di Tanjung Pura dan di Tapanuli Tengah, Danone Indonesia kini juga fokus ke Aceh Tamiang.
Ia memaparkan, dukungan dijalankan berkolaborasi dengan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), mitra distributor PT Tirta Sumber Menaralestari (Medan), dan didukung oleh Ikatan Bidan Indonesia pengurus cabang Aceh Tamiang.
Bantuan mencakup produk AQUA, nutrisi anak Bebelac siap minum, air bersih, galon AQUA, paket family kit dan hygiene kit, serta dana untuk mendukung pemulihan di lapangan.
“Kami bergerak cepat bersama masyarakat dan mitra untuk memastikan kebutuhan dasar seperti air minum dan nutrisi anak dapat terpenuhi," katanya kepada Radar Bogor Rabu 24 Desember 2025.
"Ini adalah langkah awal, dan kami akan terus menyelaraskan bantuan sesuai kebutuhan selama masa tanggap darurat dan pemulihan berlangsung,” tuturnya.
Ia memaparkan, selain distribusi ke pengungsian, Danone Indonesia juga memberikan dukungan langsung kepada RSUD Aceh Tamiang dengan menyalurkan air minum untuk mendukung operasional rumah sakit.
Perusahaan membuka dialog dengan manajemen RSUD untuk mengidentifikasi kebutuhan tambahan, termasuk dukungan air bersih, logistik dan pemulihan fasilitas kesehatan.
Sebelumnya, bantuan telah menjangkau Tanjung Pura (Langkat) dan Tapanuli Tengah, memastikan distribusi logistik berjalan lancar.
"Fokus utama tetap pada pemenuhan kebutuhan dasar, seperti air bersih, nutrisi anak, dan dukungan pemulihan fasilitas kesehatan," paparnya.
Vera menambahkan bahwa sebagai bagian dari masyarakat Indonesia, Danone ingin partisipasi dukungan kemanusiaan berjalan berkesinambungan.
"Saat ini, kami pun telah berkordinasi dengan pemerintah, baik lokal maupun kementerian terkait, untuk hadir dalam fase pemulihan di berbagai titik bencana di Sumatera," ujarnya.
Sementara itu, Ketua MDMC PP Muhammadiyah, Budi Setiawan menegaskan sejak hari-hari pertama bencana di Aceh Tamiang, pihaknya fokus untuk membuka akses ke daerah yang terisolir.
Dan memastikan kebutuhan paling mendesak khususnya air bersih, pangan, layanan kesehatan, serta perlindungan bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan ibu hamil agar dapat segera terpenuhi.
"Kondisi di lapangan di Aceh Tamiang masih cukup sulit, banyak pengungsi bertahan di tenda darurat dengan keterbatasan logistik," ujarnya.
"Kolaborasi dengan Danone Indonesia dan dukungan mitra distributor di Medan mempercepat distribusi air minum, nutrisi anak, dan paket kebersihan ke titik pengungsian yang paling sulit dijangkau," katanya kepada radar Bogor. (faj)
Editor : Yosep Awaludin