Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Pasca Diterjang Banjir Susulan, Warga Pidie Jaya Kembali Khawatir Menengok Kampung Halaman

Muhamad Rifki Fauzan • Jumat, 26 Desember 2025 | 21:40 WIB
Keberanian warga Pidie Jaya, Aceh, yang mulai kembali menata rumah pascabanjir mendadak runtuh akibat datangnya banjir susulan.
Keberanian warga Pidie Jaya, Aceh, yang mulai kembali menata rumah pascabanjir mendadak runtuh akibat datangnya banjir susulan.

RADAR BOGOR – Keberanian warga Pidie Jaya yang mulai kembali menata rumah pascabanjir mendadak runtuh. Banjir susulan yang datang Rabu, 24 Desember 2025 kembali menggenangi pemukiman dan menghidupkan trauma yang perlahan hendak mereka tinggalkan.

Banjir susulan terjadi secara tiba-tiba pada sore hari. Padahal siang itu, cuaca panas masih menyelimuti wilayah pemukiman warga.

“Di sini panas. Tapi di hulu sudah gelap,” ujar Fadil, Relawan SalamAid, kepada Radar Bogor, Jumat 26 Desember 2025 malam.

Saat itu, warga tengah membersihkan rumah masing-masing. Sebagian mengangkat lumpur, menjemur perabot, dan mulai menata kembali hunian yang sempat ditinggalkan. Aliran listrik bahkan sudah mulai menyala di beberapa titik.

Namun menjelang waktu Ashar, air datang tanpa aba-aba. Debitnya naik cepat dan mengejutkan warga yang masih berada di pemukiman.

“Lagi bersih-bersih, tiba-tiba air naik. Ada warga yang sampai terjebak di lokasi,” kata Fadil.

Ketinggian air di sejumlah titik mencapai dua meter. Banjir baru surut sekitar pukul 00.00 WIB.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, banjir susulan ini meninggalkan luka yang lebih dalam. Trauma warga yang sempat mereda, kembali mencuat.

“Alhamdulillah tidak ada korban. Tapi traumanya pasti balik lagi,” ujarnya.

Fadil menjelaskan, sebelum banjir susulan terjadi, kondisi psikologis warga mulai membaik. Sejumlah keluarga bahkan sudah berani menginap di rumah mereka.

“Ada sekitar 10 keluarga yang sempat menginap,” ungkapnya.

Namun pascakejadian tersebut, hampir seluruh warga kembali memilih mengungsi.

“Sekarang sisa dua keluarga saja yang masih bertahan. Selebihnya balik ke posko,” kata Fadil.

Kini, perubahan cuaca menjadi pemicu kepanikan. Begitu awan mendung menggantung, warga langsung bersiap meninggalkan rumah.

“Kalau sudah mendung, warga langsung bergegas ke posko lagi,” jelasnya.

Trauma itu belum benar-benar pulih. Meski rumah masih berdiri, rasa aman warga belum kembali sepenuhnya.

Bagi warga Pidie Jaya, banjir susulan bukan sekadar air yang datang kembali. Ia meruntuhkan harapan yang baru tumbuh dan memaksa mereka kembali menjauh dari kampung halaman yang dirindukan.(bay)

Editor : Alpin.
#banjir susulan #pidie jaya #aceh