Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Satu Bulan Buang Hajat di Tanah, Korban Bencana Banjir dan Longsor di Aceh Mulai Bangun MCK

Muhamad Rifki Fauzan • Senin, 29 Desember 2025 | 19:17 WIB
Warga korban bencana banjir bandang di Kampung Blang Cut, Aceh, mulai membangun MCK.
Warga korban bencana banjir bandang di Kampung Blang Cut, Aceh, mulai membangun MCK.

RADAR BOGOR – Hampir satu bulan tanah menjadi tempat terakhir warga Kampung Blang Cut, Aceh, untuk buang hajat. Tak ada MCK, air pun terbatas. Kini, perlahan, kondisi itu mulai berubah.

Sejak Senin (29/12/2025), warga mulai membangun fasilitas Mandi, Cuci, Kakus (MCK). Aktivitas ini menjadi tanda awal pemulihan, setelah berhari-hari mereka bertahan di posko pengungsian.

“Sebelumnya warga buang air besar dengan menggali tanah. Kita juga sama, bawa air seadanya. Kadang pakai air sungai,” ujar Fadil, Relawan SalamAid, kepada Radar Bogor.

Pembangunan MCK dilakukan bertahap. Sebagian warga sudah mulai mengerjakan pondasi, sementara lainnya masih dalam proses pengadaan material bangunan.

“Di tahap awal ini ada yang sudah mulai pondasi, ada juga yang baru belanja material,” kata Fadil.

SalamAid menargetkan sekitar 10 unit MCK dibangun di wilayah Blang Cut. Seluruh proses pengerjaan melibatkan warga setempat agar mereka tetap memiliki aktivitas selama masa pemulihan.

“Kurang lebih ada 10 MCK. Yang mengerjakan warga sendiri, supaya ada kegiatan dan bisa mengurangi stres,” jelasnya.

Pendanaan pembangunan MCK berasal dari dukungan CSR SalamAid serta internal lembaga tersebut. Sementara material bangunan seperti bata dan seng dibeli dari wilayah terdekat di Pidie Jaya.

“Dananya dari CSR SalamAid dan SalamAid. Materialnya bata sama seng, belanjanya di Pidie Jaya,” ungkap Fadil.

Pekerjaan pembangunan dilakukan setiap hari sejak pagi hingga sore. Peran warga perempuan juga tampak dalam mendukung kebutuhan konsumsi para pekerja.

“Mulai jam 08.00 WIB sampai jam 17.00 WIB. Ibu-ibunya masak buat makan siang, kalau malam mereka balik ke posko,” tuturnya.

Seiring akses jalan yang mulai terbuka, bantuan sanitasi air juga perlahan berdatangan. Beberapa pihak membawa toren air untuk menunjang kebutuhan warga, meski kondisi jalur masih berlumpur.

“Sekarang mulai ada toren air, karena mobil sudah bisa masuk walaupun jalannya masih becek,” katanya.

Pembangunan MCK ini bukan sekadar soal fasilitas. Bagi warga Blang Cut, ini adalah upaya mengembalikan martabat hidup, setelah sebulan penuh bertahan dengan keterbatasan paling dasar. (bay)

Editor : Alpin.
#bangun mck #banjir aceh #Bencana Aceh