Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Setelah Keluhan Pengungsi Korban Bencana Banjir, MCK Darurat Mulai Dibangun SalamAid di Kampung Durian Aceh Tamiang

Muhammad Ali • Sabtu, 3 Januari 2026 | 08:19 WIB
Relawan Salam Aid memastikan lokasi pembuatan MCK di Kampung Durian, Kabupaten Aceh Tamiang, Jumat 2 Januari 2026.
Relawan Salam Aid memastikan lokasi pembuatan MCK di Kampung Durian, Kabupaten Aceh Tamiang, Jumat 2 Januari 2026.

RADAR BOGOR – Menindaklanjuti keluhan pengungsi terkait minimnya fasilitas MCK, relawan SalamAid mulai membangun MCK darurat di lokasi pengungsian Kuburan Cina, Dusun Metro Jaya, Kampung Durian, Kecamatan Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang.

Pembangunan ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dasar puluhan kepala keluarga yang bertahan di pengungsian pascabencana banjir bandang.

Relawan SalamAid, Harzian Zuhri (43), mengatakan MCK darurat yang dibangun terdiri dari tiga sekat, yakni dua toilet umum dan satu tempat wudhu.

“Hari ini kami bersama SalamAid membangun MCK dengan tiga sekat, dua toilet umum dan satu tempat wudhu,” ujarnya kepada Radar Bogor di lokasi pembangunan, Jumat 2 Januari 2026.

Menurut Harzian, pembangunan MCK tersebut merupakan respons atas kondisi di pengungsian yang sebelumnya hanya memiliki satu fasilitas MCK.

Sementara jumlah pengungsi mencapai sekitar 55 kepala keluarga. “Di sini sebelumnya hanya ada satu MCK,” katanya.

Ia menjelaskan, di lokasi pengungsian sempat terdapat empat toilet darurat yang dibangun dengan dinding seng dan material kayu.

Melihat kondisi tersebut, Salam Aid berinisiatif membangun MCK yang lebih layak dan nyaman bagi para pengungsi.

Bangunan MCK tersebut menggunakan dinding GRC dengan atap spandek agar tidak terlalu panas saat siang hari.

Selain itu, Salam Aid juga akan menyediakan sumur bor untuk memenuhi kebutuhan air toilet dan tempat wudhu.

Harzian menambahkan, masing-masing toilet berukuran 1,2 meter x 1,6 meter, sementara tempat wudhu juga memiliki ukuran yang sama dan ditempatkan di tengah dua toilet.

Fasilitas ini nantinya dapat digunakan oleh seluruh warga di sekitar lokasi pengungsian.

Pembangunan MCK di Kampung Durian ini menjadi titik pertama dari rencana pembangunan di beberapa lokasi lainnya.

Salam Aid menargetkan pembangunan MCK darurat di lima titik, menyesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan di lapangan.

“Kalau bisa memang tidak hanya satu titik, tapi kemampuan kami saat ini baru satu titik. Rencananya nanti ada lima titik,” tuturnya.

Meski cuaca diguyur gerimis, proses pembangunan tetap dilanjutkan. Harzian mengungkapkan bahwa minimnya tempat berteduh di lokasi pengungsian membuat pekerjaan harus tetap berjalan.

“Rumah-rumah juga bekas genangan banjir, jadi mau tidak mau pekerjaan tetap dilanjutkan,” pungkasnya.

Pembangunan MCK darurat ini diharapkan dapat meringankan beban pengungsi dan memperbaiki kondisi fasilitas dasar di lokasi pengungsian sambil menunggu penanganan lebih lanjut pascabencana.(cr1)

Editor : Alpin.
#aceh tamiang #Relawan Salam Aid #korban bencana #Pembangunan MCK