RADAR BOGOR – Relawan SalamAid terus memberikan pendampingan bagi anak-anak terdampak banjir bandang di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh. Sejak awal kedatangan tim di lokasi bencana, perhatian utama diarahkan pada pemulihan kondisi psikososial anak agar mereka tetap siap kembali menjalani aktivitas belajar.
Koordinator Lapangan SalamAid, Muhammad Musa, mengatakan pendampingan dilakukan melalui berbagai kegiatan edukatif dan bermain bersama anak-anak di lokasi pengungsian. Upaya ini dilakukan untuk membantu anak mengurangi trauma serta mengembalikan rasa aman pascabencana.
“Dari mulai tim SalamAid datang, kami langsung bergerak membersamai anak-anak, terutama dalam hal psikososial anak,” ujar Musa kepada Radar Bogor, Minggu, 4 Januari 2026.
Selain pendampingan psikososial, SalamAid juga membentuk sekolah alam darurat di beberapa titik. Fokus utama kegiatan tersebut berada di Kampung Durian dan Desa Kota Lintang Bawah. Melalui sekolah darurat ini, anak-anak tetap mendapatkan ruang belajar sekaligus persiapan untuk kembali masuk sekolah formal.
Ia menambahkan, keberadaan sekolah darurat juga bertujuan agar anak-anak tetap beraktivitas positif di lingkungan tempat tinggal mereka. Dengan adanya kegiatan belajar dan bermain, anak-anak tidak perlu turun ke jalan untuk meminta-minta bantuan.
“Kami ingin anak-anak lebih senang berada di kampungnya, di wilayah tempat tinggalnya, untuk belajar dan bermain, itu yang menjadi konsentrasi kami,” katanya.
Untuk mendukung kesiapan belajar, SalamAid dalam waktu dekat juga akan menyalurkan bantuan perlengkapan sekolah. Bantuan tersebut akan dibawa melalui truk kemanusiaan dari Bogor yang berisi alat tulis dan seragam sekolah yang akan dibelanjakan dan disiapkan untuk anak-anak terdampak banjir.
“Dalam waktu dekat kami akan memberangkatkan truk kemanusiaan dari Bogor yang isinya alat tulis dan juga seragam-seragam untuk anak-anak di sini,” ungkapnya.
Selain itu, SalamAid juga menyalurkan bantuan sepatu boot atau sepatu paco, yang sangat dibutuhkan anak-anak di tengah kondisi lingkungan yang masih berlumpur. Sepatu tersebut dinilai penting dalam keberlangsungan sekolah saa ini, untuk mencegah risiko terpeleset maupun cedera akibat benda tajam.
“Sepatu paco sudah beberapa kali kami bagikan karena kondisi masih berlumpur dan cukup membahayakan anak-anak, baik terpeleset maupun terkena paku dan lain-lain,” tutupnya.
Pendampingan dan bantuan ini diharapkan dapat membantu anak-anak Aceh Tamiang kembali menjalani aktivitas belajar dengan lebih aman dan nyaman, sembari menunggu pemulihan pascabencana secara menyeluruh. (Cr1)
Editor : Eka Rahmawati