Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Menkeu Purbaya Ungkap Strategi Pemerintah Redam Gejolak Rupiah dan Demo Besar di Agustus–September 2025

Lucky Lukman Nul Hakim • Kamis, 8 Januari 2026 | 17:57 WIB
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan soal pemulihan ekonomi, Kamis (8/1/2026).
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan soal pemulihan ekonomi, Kamis (8/1/2026).

RADAR BOGOR - Gejolak pasar keuangan yang terjadi pada Agustus hingga September 2025 rupanya tidak hanya dipicu faktor global, tetapi juga tekanan sosial di dalam negeri.

Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan, aksi unjuk rasa besar pada periode tersebut memberi tekanan kuat terhadap rupiah dan membuat sebagian pihak meragukan stabilitas pemerintahan.

Dalam konferensi pers APBN KiTA, Kamis (8/1/2026), Purbaya menyampaikan, kekhawatiran publik sempat meningkat.

Namun, pemerintah segera mengambil langkah strategis untuk memulihkan kepercayaan pasar.

Ia memaparkan, pemerintah memindahkan dana kas sebesar Rp200 triliun ke sektor perbankan sebagai upaya meningkatkan perputaran likuiditas.

Langkah ini disebut mampu mendorong produktivitas dana dan memberikan dorongan langsung pada perekonomian nasional.

Dampaknya terlihat signifikan.

Menurut Purbaya, pada September, pertumbuhan penyaluran kredit yang semula hampir stagnan berhasil melesat hingga 13,2 persen.

Perbaikan ini dinilai menjadi pemicu perubahan sentimen publik, membuat masyarakat kembali optimistis terhadap prospek ekonomi.

Perubahan sentimen tersebut juga disebut membantu meredakan gelombang demonstrasi di jalanan.

Baca Juga: Kabar Terbaru Pencairan Bansos BPNT dan PKH 2026, Saldo Bantuan Sudah Bisa Dicek dan Ditarik Langsung di ATM

Dengan kondisi sosial dan politik yang lebih stabil, jelas Purbaya, pemulihan ekonomi pun bisa kembali berlangsung secara bertahap. (*)

Editor : Lucky Lukman Nul Hakim
#menteri keuangan #Purbaya Yudhi Sadewa #rupiah #menkeu