RADAR BOGOR - Jumlah korban meninggal dunia dalam musibah bencana banjir dan longsor di wilayah Sumatera bertambah 4 jiwa.
Sementara pemerintah saat ini masih terus melakukan penanganan khususnya pada jaminan ketersediaan dan distribusi pangan serta energi di wilayah terdampak bencana.
"Dalam dua hari ini ada penambahan korban meninggal dunia sebanyak 4 jiwa, dari Aceh Utara 1 jiwa, Langkat 2 jiwa, dan Tapteng 1 jiwa," ungkap Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam konferensi pers di Graha BNPB, Matraman, Jakarta Timur, Jumat 9 Januari 2026.
Sehingga, kata dia, jumlah itu menambah total korban meninggal dunia menjadi 1182 jiwa.
Kemudian sebanyak 145 orang dinyatakan hilang dan 238.627 orang masih mengungsi hingga saat ini.
Menurut Abdul, dari tiga provinsi yang terdampak bencana pada akhir November 2025 kemarin, hanya Aceh yang memperpanjang berstatus sebagai tanggap bencana.
Sementara Provinsi Sumatera Utara dan Sumatera Barat telah bergeser statusnya menjadi transisi darurat.
"Provinsi Aceh memperpanjang status tanggap darurat 14 hari ke depan terhitung 8 Januari 2026, sehingga proses pencarian masih dilakukan," jelasnya.
Terkait distribusi logistik terhadap korban bencana, BNPB menyebut bahwa sebanyak 1.114 keluarga telah menerima Dana Tunggu Hunian (DTH) sebesar Rp 600 ribu perbulan.
Jumlah itu masih jauh dari total DTH yang diusulkan sebanyak 15.222 keluarga.
Meski demikian, pemerintah masih terus memproses pemenuhan kebutuhan para korban termasuk menyiapkan hunian sementara (huntap) dan hunian tetap (huntap).
"Target bapak presiden, total yang sudah dikerjakan secara umum bagi masyarakat yang akan masuk ke huntara totalnya 2563 unit dari total usulan 27.701 unit, dan huntap sebanyak 648 unit dari usulan 5287 unit," tandasnya.(cok)
Editor : Alpin.