RADAR BOGOR - Pertamina mengklaim operasional penyaluran energi di wilayah bencana Sumatera telah berjalan normal.
Meski demikian, sejumlah fasilitas penyaluran energi Pertamina di wilayah Aceh juga terdampak bencana banjir dan longsor pada akhir November 2025 lalu.
Corporate Secretary PT Pertamina, Arya Dwi Paramita mengatakan, operasional Pertamina dalam menyediakan energi di wilayah bencana telah mendekati 100 persen.
"Situasi saat ini dari 156 SPBU di Aceh, ada 151 sudah beroperasi, sudah 97 persen, karena masih ada akses yang terbatas ke SPBU. Namun kami melakukan penguatan di SPBU sekitarnya," ujarnya di Graha BNPB, Matraman, Jakarta Timur, Jumat 9 Jakarta 2025.
Sementara lembaga penyaluran LPG milik Pertamina di Aceh ada sebanyak 131 agen. Dengan jumlah terdampak yang awalnya cukup banyak di angka 94 agen. Pertamina juga memiliki 11 SPBE di Aceh dengan 9 unit yang terdampak.
Kemudian di Sumatera Utara, lembaga penyaluran BBM milik Pertamina di sana ada sebanyak 406 SPBU dengan 63 SPBU terdampak.
Kemudian lembaga penyaluran LPG sebanyak 383 agen yang 5 di antaranya terdampak. "Namun demikian sudah kembali normal," tambah Arya.
Berbeda dengan wilayah lainnya, semua lembaga penyaluran energi Pertamina di Sumatera Barat berjalan normal.
Dengan jumlah SPBU sebanyak 147 titik, 172 agen LPB, dan 14 SPBE yang semuanya tidak terdampak bencana.
Menurut Arya, pola distribusi energi di ketiga provinsi tersebut dilakukan dengan pendekatan alternatif dan juga emergensi.
Meski sempat terkendala akses yang sulit dijangkau, namun kini pihaknya memastikan dapat mendistribusikan energi dengan aman.
"Pada saat melihat situasi terbatas, Pertamina menggunakan jalur laut, kita melakukan penguatan dengan menambah armada truk tangki BBM, kami kirim dari terminal BBM di sekitar wilayah Sumatera," tukasnya.(cok)
Editor : Alpin.