Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Swasembada Pangan Sukses, Mentan Amran Beberkan Rencana Hilirisasi Pertanian di Indonesia saat Bertemu Pimpinan Jawa Pos Group

Fikri Rahmat Utama • Minggu, 11 Januari 2026 | 14:58 WIB
Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman saat menggelar dialog dengan para pimpinan media di bawah payung Jawa Pos Group.
Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman saat menggelar dialog dengan para pimpinan media di bawah payung Jawa Pos Group.

RADAR BOGOR – Menteri Pertanian (Mentan) RI Andi Amran Sulaiman, menggelar dialog dengan puluhan pimpinan media di bawah payung Jawa Pos Group.

Pertemuan yang dihelat di kediamannya, Kalibata, Jakarta Selatan, Minggu, 11 Januari 2026 ini diharapkan memperkuat sinergi Kementan dan media massa dalam mengawal pembangunan pertanian.

Mentan mengungkapkan, saat ini pemerintah tengah merancang proyek besar hilirisasi pangan. Proyek ini merupakan kelanjutan dari swasembada pangan yang sukses direalisasikan dalam waktu kurang dari satu tahun.

Capaian tersebut dinilai sebagai buah kerja keras luar biasa, sebab program swasembada yang awalnya ditargetkan rampung dalam empat tahun, berhasil dituntaskan hanya dalam satu tahun.

Keberhasilan swasembada pangan 2025 tercermin dari sejumlah indikator utama yang menunjukkan penguatan signifikan di sektor pertanian nasional. Produksi beras nasional tahun 2025 tercatat mencapai 34,71 juta ton, atau meningkat 4,09 juta ton (13,36 persen) dibandingkan tahun 2024.

"Pada waktu yang sama, kita lakukan hilirisasi produk yang diminati di tingkat dunia, seperti kopi, kakao, kelapa, sawit, dan lain-lain," jelas Amran.

Tak hanya hilirisasi produk pangan olahan, Kementan juga tengah menggarap transformasi pangan menjadi energi. Produksi biofuel dari kelapa sawit akan digenjot jumlahnya dibanding tahun-tahun sebelumnya melalui penerapan bahan bakar solar B50.

"Sebanyak 5,3 juta ton minyak sawit akan diolah menjadi solar," imbuhnya.

Langkah ini menjadi progres signifikan karena dalam lima tahun terakhir Indonesia terus meningkatkan campuran biofuel.

Setelah penerapan B40 tahun lalu, peningkatan menjadi B50 tahun ini diharapkan dapat menekan impor solar secara drastis dengan memanfaatkan pasokan sawit domestik.

"Kebijakan ini membuat harga Crude Palm Oil (CPO) pasti akan naik, dengan demikian, petani akan sejahtera, sekaligus kita bisa memiliki energi terbarukan atau green energy. Ini sangat baik untuk Indonesia," bebernya.

Untuk mencapai tujuan besar tersebut, Amran meminta dukungan penuh dari media, termasuk Jawa Pos Group. Media menurutnya berperan memberitakan kinerja pemerintah serta potensi besar yang dimiliki Indonesia.

Tak hanya itu, peran media juga dinilai sangat vital karena tidak hanya bersentuhan dengan pemerintah tetapi juga masyarakat. Adanya media menurutnya, informasi kebijakan dan masukkan dari masyarakat bisa tersampaikan dengan baik.

"Indonesia sangat besar dan kaya akan sumber daya alam, ayo kita kawal bersama, jangan kita hidup dengan ego saja, masih ada generasi yang akan melanjutkan perjuangan ini," pungkasnya. (uma)

Editor : Eka Rahmawati
#jawa pos #amran #hilirisasi #pertanian #mentan