Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

ASN Gresik Jadi Terduga Pelaku Pelemparan Bus Trans Jatim, Polisi Ungkap Motifnya

Siti Dewi Yanti • Sabtu, 17 Januari 2026 | 03:45 WIB
Kepala Dishub Jatim, Nyono memberikan keterangan kepada wartawan terkait kasus pelemparan batu terhadap bus Trans Jatim.
Kepala Dishub Jatim, Nyono memberikan keterangan kepada wartawan terkait kasus pelemparan batu terhadap bus Trans Jatim.

RADAR BOGOR - Aksi pelemparan batu terhadap bus Trans Jatim yang terjadi pada Kamis (15/1) di Jalan Raya Manyar-Bungah sempat menghebohkan publik.

Rekaman CCTV dari dalam bus berhasil merekam jelas wajah pelaku saat melancarkan aksinya.

Terbaru, aparat Polres Gresik telah mengungkap identitas terduga pelaku.

Ia adalah SD, seorang aparatur sipil negara (ASN) Pemkab Gresik berusia 49 tahun.

SD telah diamankan untuk proses pemeriksaan lebih lanjut.

Dari hasil penyelidikan, SD mengaku melakukan aksi pelemparan lantaran dipicu emosi.

Ia merasa, bus Trans Jatim sering melaju secara ugal-ugalan sehingga membahayakan pengguna jalan lain.

Diduga karena kemarahannya memuncak, SD bahkan sudah menyiapkan batu sebelum berangkat kerja dari kediamannya di Kecamatan Sidayu pada pagi hari.

Kanit Resmob Satreskrim Polres Gresik, Ipda Andi Muh. Asyraf Gunawan, menjelaskan bahwa SD berdalih membawa batu sebagai bentuk antisipasi.

Sepanjang perjalanan menuju tempat kerjanya, SD diketahui melempar dua bus Trans Jatim yang dianggapnya melaju tidak wajar di Jalur Daendels.

Aksi tersebut terjadi di Desa Kemangi, Kecamatan Bungah, dan berlanjut di Desa Banyuwangi, Kecamatan Manyar.

Insiden di Manyar menyebabkan kaca sisi kanan bus pecah meski tidak menimbulkan korban jiwa.

Rekaman CCTV memperlihatkan SD melempar batu sambil mengendarai sepeda motor.

Berdasarkan hasil penyelidikan, polisi kemudian menangkap SD di tempat kerjanya pada Kamis (15/1) sekitar pukul 16.20 WIB.

Dalam pemeriksaan, SD menyampaikan bahwa dirinya kesal dengan perilaku para sopir bus Trans Jatim yang menurutnya sering melewati marka jalan dan kerap membahayakan pengguna jalan lain di wilayah Gresik Utara.

Ia bahkan mengaku beberapa kali hampir tertabrak.

Meski begitu, SD tetap menyatakan bahwa tindakannya tidak bisa dibenarkan dan menyesali perbuatannya.

Dinas Perhubungan (Dishub) Jatim merespons insiden tersebut dengan menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan kepada kepolisian.

Kepala Dishub Jatim, Nyono, menyebut bahwa pihaknya menghormati langkah polisi dalam menangani kasus itu.

Terkait tuduhan bahwa sopir Trans Jatim melaju dengan cara berbahaya, Dishub menegaskan telah melakukan evaluasi.

Nyono menyampaikan, hasil pengecekan menunjukkan pengemudi bus telah mengikuti SOP dan aturan lalu lintas, serta tidak ditemukan indikasi pelanggaran berupa aksi ugal-ugalan atau manuver berisiko.

Menurut Nyono, kecepatan bus saat kejadian berada pada batas normal dan tidak ada upaya menyalip yang bisa membahayakan pengguna jalan lain.

Baca Juga: Cair Januari 2026! KPM BPNT Bakal Terima Bansos Dobel: Uang Tunai Rp600 Ribu Plus Beras 40 KG, Cek Jadwalnya

Ia mengajak masyarakat ikut menjaga fasilitas transportasi publik agar tetap aman untuk semua.

Sementara itu, sebuah video yang beredar di media sosial memperlihatkan dugaan bahwa bus Trans Jatim melaju melawan arus sebelum kejadian.

Dalam rekaman tersebut, jalur yang dilalui SD terlihat menyempit hingga membuatnya hampir keluar ke bahu jalan. (yog/ian/ris)

Editor : Siti Dewi Yanti
#asn #bus #polres gresik #Trans Jatim