RADAR BOGOR - KAI memberlakukan rekayasa pola operasi berupa pengalihan rute dan pembatalan beberapa perjalanan kereta api, imbas banjir dari luapan air di Daerah Operasi 1 Jakarta dan Daerah Operasi 4 Semarang, 17-18 Januari 2026.
KAI menyebut, sebanyak 57 perjalanan kereta api pada 18-19 Januari mengalami pola operasi memutar, sehingga menyebabkan keterlambatan dan juga pembatalan perjalanan akibat banjir.
Langkah antisipatif KAI ini merupakan upaya mejaga keselamatan perjalanan kereta api pelanggan dan juga kereta api, seiring dengan dilakukannya pemantauan kondisi jalur secara real-time terkait banjir, oleh petugas di lapangan.
Bagi pelanggan yang terdampak akibat penyesuaian pola operasi perjalanan kali ini dapat membatalkan tiketnya.
Bea tiket akan dikembalikan 100% (di luar biaya pemesanan), maksimal tujuh hari sejak tanggal keberangkatan pada tiket.
KAI menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan yang terjadi, akibat gangguan operasional perjalanan kereta api kali ini.
Berikut pola yang diberlakukan KAI:
1. Pola Memutar
- Argo Bromo Anggrek : Surabaya Pasarturi ke Gambir
- Pandalungan : Jember ke Gambir
- Brawijaya : Malang ke Gambir
- Sembrani : Surabaya Pasarturi ke Gambir
- Jayabaya : Malang ke Pasar Senen
- Harina : Surabaya Pasarturi ke Bandung
- Gumarang : Surabaya Pasarturi ke Pasar Senen
- Dharmawangsa ekspres : Surabaya Pasarturi ke Pasar Senen
- Majapahit : Malang ke Pasar Senen
- Kertajaya : Surabaya Pasarturi ke Pasar Senen
- Argo Bromo Anggrek : Gambir ke Surabaya Pasarturi
- Pandalungan : Gambir ke Jember
- Brawijaya : Gambir ke Malang
- Sembrani : Gambir ke Surabaya Pasarturi
- Jayabaya : Pasar Sene ke Malang
Baca Juga: Bansos Pangan Disalurkan untuk KPM, Ini Deretan Paket Ekonomi 2026 Termasuk untuk Para Pekerja
- Harina : Bandung ke Surabaya Pasarturi
- Gumarang : Pasar Senen ke Surabaya Pasarturi
- Dharmawangsa Ekspres : Pasar Senen ke Surabaya Pasarturi
- Majapahit : Pasar Senen ke Malang
- Kertajaya: Pasar Sene ke Surabaya Pasar Turi
Editor : Rani Puspitasari Sinaga