Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Bertemu Pimpinan UI, Menko IPK AHY Tegaskan Bahwa Pembangunan Infrastruktur Nasional Perlu Ditopang Riset dan Kolaborasi

Yosep Awaludin • Jumat, 23 Januari 2026 | 14:18 WIB
Menko IPK AHY bersama Rektor UI, Prof Heri Hermansyah, usai pertemuan di Kantor Kemenko IPK di Jakarta Pusat.
Menko IPK AHY bersama Rektor UI, Prof Heri Hermansyah, usai pertemuan di Kantor Kemenko IPK di Jakarta Pusat.

RADAR BOGOR - Menurut Dr. H. Agus Harimurti Yudhoyono, M.Sc., M.P.A., M.A., Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK), pembangunan infrastruktur nasional harus didukung oleh riset, pengetahuan, dan kerja sama lintas sektor selain pendekatan fisik.

Hal ini disampaikan menteri yang dikenal sebutan AHY itu, dalam pertemuan dengan Pimpinan Universitas Indonesia (UI) pada Rabu 21 Januari 2026 di Kantor Kemenko IPK di Jakarta Pusat.

"Kita semua setuju bahwa infrastruktur adalah pilar pembangunan nasional. Tanpa infrastruktur dan konektivitas antarwilayah yang kuat, kita tidak akan mampu mengejar pertumbuhan ekonomi yang tinggi," kata AHY.

AHY mengatakan bahwa penguatan sumber daya manusia, khususnya di bidang sains, teknologi, rekayasa, dan matematika (STEM), diperlukan sebagai fondasi utama pembangunan infrastruktur di masa depan.

Rektor UI, Prof. Dr. Ir. Heri Hermansyah, S.T., M.Eng., IPU, setuju dengan pandangan ini dan berkomitmen untuk berperan lebih aktif sebagai mitra strategis pemerintah melalui kolaborasi riset dan inovasi yang berkontribusi pada pembangunan nasional.

"Sekitar 700 profesor serta ribuan tenaga ahli dan tenaga medis UI terlibat aktif dalam riset inovasi, pengabdian masyarakat, konsultansi, pelatihan, hingga pengujian laboratorium yang memberikan solusi konkret bagi berbagai persoalan pembangunan," katanya.

UI juga mendorong pemanfaatan lahan yang efektif dan terintegrasi dengan pengembangan wilayah dari perspektif pengelolaan aset dan infrastruktur.

Sejumlah inisiatif yang disampaikan termasuk pembukaan akses tol ke area UI, pengembangan kawasan sekitar Stasiun Pondok Cina dan Stasiun UI.

Kemudian pembangunan perumahan internasional dan pengembangan hub konektivitas yang terintegrasi dengan transportasi publik dan layanan bus listrik di lingkungan kampus.

Menanggapi hal ini, AHY memuji tindakan strategis UI. Menuruntya Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri.

Ia sering menggunakan istilah "penta helix", yang berarti pemerintah, akademisi, bisnis, komunitas, dan media.

"Saya rasa itulah sinyal kolaborasi yang diharapkan dalam sebuah super tim bernama Indonesia," jelasnya.

Setelah audiensi, ia menyatakan harapan agar UI, yang berfungsi sebagai standar perguruan tinggi di Indonesia, dapat terus berkembang di bawah bimbingan Rektor UI dan jajarannya.

Dengan memberikan dampak positif bagi masyarakat, bangsa, dan negara, UI diharapkan semakin unggul, maju, dan berpengaruh.

Pemerintah dan perguruan tinggi harus bekerja sama untuk membuat arah pembangunan infrastruktur nasional yang berkelanjutan berbasis riset, inovasi, dan pengembangan wilayah. Audiensi tersebut menjadi momentum penting untuk mencapai hal ini.

Selain membahas ide-ide strategis, pertemuan ini juga membuka kesempatan untuk berkolaborasi lebih lanjut untuk melakukan kerja sama konkret lintas sektor untuk mendukung rencana pembangunan nasional masa depan. (***)

Editor : Yosep Awaludin
#infrastruktur #universitas indonesia #Agus Harimukti Yudhoyono