Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Selidiki Penyebab Longsor di Cisarua Kabupaten Bandung Barat, KLH Bakal Turunkan Tim Ahli

Yosep Awaludin • Senin, 26 Januari 2026 | 08:42 WIB
Menteri LH Hanif Faisol saat meninjau lokasi bencana longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Minggu 25 Januari 2026.
Menteri LH Hanif Faisol saat meninjau lokasi bencana longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Minggu 25 Januari 2026.

RADAR BOGOR—Untuk mengetahui penyebab longsor yang terjadi di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, tim ahli bakal diterjunkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH).

Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menyatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat untuk memastikan bahwa tim ahli segera diterjunkan ke lokasi bencana di Cisarua.

Hanif mengaku telah menyampaikan izin kepada Bupati Bandung Barat, bahwa mereka akan menurunkan tim ahli ke lokasi bencana di Cisarua, seperti yang dilakukan sebelumnya di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh.

"Penanganan masalah lingkungan harus berbasis ilmiah," kata Hanif setelah meninjau lokasi bencana longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Minggu 25 Januari 2026.

Menurut Hanif, untuk mendalami kondisi lanskap di daerah yang terdampak, tim ahli akan bekerja sama dengan pemerintah daerah di bawah pimpinan Bupati Bandung Barat.

"Kami akan melakukan kajian yang sangat mendalam terhadap lanskap kawasan ini. Setelah itu, rencana penanganan lanjutan akan dibuat," tuturnya.

Hanif juga menegaskan bahwa pendalaman kasus lingkungan, seperti evaluasi tata ruang dan perbaikan lanskap, mungkin terjadi.

Dia mengatakan bahwa itu telah disampaikan kepada gubernur Jawa Barat dan akan didiskusikan dengan pemerintah kabupaten.

"Kajian ini membutuhkan waktu satu hingga dua minggu, melibatkan para ahli akademisi, BRIN, dan berbagai pihak lainnya untuk merumuskan langkah yang tepat," jelasnya.

Hanif menyatakan bahwa pemerintah daerah masih dapat melakukan tindakan untuk membantu penduduk Cisarua yang terdampak pascabencana sementara menunggu hasil penelitian. Selain itu, ia menyatakan bahwa berbagai faktor berkontribusi pada malapetaka ini.

Selama empat hari berturut-turut, curah hujan di wilayah tersebut mencapai 68 milimeter per hari, kata Hanif berdasarkan data BMKG.

Menurutnya, curah hujan ini tidak tergolong ekstrem jika dibandingkan dengan tingkat hujan di Aceh yang mencapai 145 hingga 200 milimeter per hari atau di kawasan Ciliwung yang mencapai 127 milimeter per hari.

Sebaliknya, situasi tersebut menunjukkan bahwa lingkungan saat ini sudah dalam kondisi yang rentan.

Artinya, kata Hanif, kondisi lanskap sudah sangat berbahaya meskipun hujan tidak terlalu deras.

"Ini menjadi peringatan serius bahwa kita harus segera melakukan langkah-langkah mendasar demi keberlanjutan lingkungan dan keselamatan bersama," tegasnya. (***)

Editor : Yosep Awaludin
#longsor #cisarua #Hanif Faisol