Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Ramai Adu Argumen Dokter dengan Warganet Soal Kaitannya Penyakit Gerd dengan Sakit Jantung, Dokter Penyakit Dalam: Jangan Dikambinghitamkan!

Rani Puspitasari Sinaga • Senin, 26 Januari 2026 | 12:25 WIB
Ilustrasi. Ramai pembicaraan soal penyakit Gerd dengan sakit jantung.
Ilustrasi. Ramai pembicaraan soal penyakit Gerd dengan sakit jantung.

RADAR BOGOR - Jagat maya diramaikan dengan perdebatan masalah penyakit Gerd atau Gastroesophageal Reflux Disease dengan sakit jantung dan sebabkan meninggal dunia.

Sejumlah akun di sosial media, baik instagram dan lebih ramainya di X, perdebatkan masalah penyakit Gerd berkaitan dengan sakit jantung.

Melansir salah satu dokter spesialis penyakit dalam di Siloam Hospital Yogyakarta bernama dr. Rosandi Himawan, dia pun menegaskan, bahwa Gerd tidak membuat penderitanya meninggal dunia. Serta penjelasan lengkap apakah berkaitan dengan sakit jantung.

Berikut penjelasannya:

Menurutnya, Gerd tidak secara langsung menyebabkan kematian pada penderitanya. Namun, mengapa banyak kasus dikira Gerd berakibat fatal?

Dia menyebut, bahwa bukan Gerd-nya yang membuat fatal, tapi hal lain dibaliknya.

Dalam penjelasannya, dia mengatakan, bahwa Gerd merupakan kondisi naiknya asam lambung ke kerongkongan, karena kelemahan katup lambung.

2 Gejala Khas Gerd:

1. Heartburn : rasa panas terbakar di dada

2. Regurgitasi : rasa asam atau pahit naik ke mulut

Gejala tersebut, bisa menyerupai nyeri dada akibat penyakit lain, termasuk jantung.

Lalu, mengapa sering dikaitkan dengan jantung?

Sebab, kata dia, nyeri penderita Gerd bisa menyerupai serangan jantung. Akibat lokasi nyeri mirip, sama-sama di dada atau ulu hati, bisa disertai mual dan keringat dingin.

Hal itu bisa disebut Gerd-like, atau bukan gerd tapi kelihatan seperti Gerd.

Kondisi yang sering terjadi, kata dia, Gerd-like, yaitu penderita serangan jantung akut, tapi dikira asam lambung.

Diagnosa kedua, yaitu Ko-Morbid dengan Gerd. Yaitu Gerd ditambah dengan penyakit lain dalam satu orang.

Sehingga gejala makin berat dan makin tidak khas.

Atau lainnya, yaitu Ko-Insidensi. Miliki Gerd dan penyakit lainnya yang berdiri sendiri.

Ada pula anxiety yang bisa memperparah Gerd, karena beberapa faktor:

1. Meningkatkan produksi asam lambung

2. Memicu hipersensitivitas nyeri dada

3. Menyebabkan sesak, berdebar, rasa akan mati

Akhirnya, Gerd terasa makin berat, gejala jantung makin sulit dibedakan.

Baca Juga: Isi Kuliah Umum di UIKA Bogor, Ustadz Abdul Somad Tekankan Soal Ujian Sesungguhnya Jadi Mahasiswa

Maka dia menyimpulkan, bahwa Gerd bukan pembunuh, tapi sering dikambinghitamkan.

Menurutnya, yang berbahaya adalah salah mengira gejala, karena nyeri dada tidak selalu asam lambung.

Bisa jadi jantung, paru, atau kondisi serius lainnya.

Dia juga menyampaikan pesan, jika ada keluhan dada berat, menjalar, disertai sesak, keringat dingin atau pingsan, jangan dianggap hanya Gerd.

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
#dokter #gerd #sakit jantung #penyakit