RADAR BOGOR – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, melakukan kunjungan kerja ke Obyek Wisata Alam (OWA) Jurang Jero di kawasan Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM), Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, pada Sabtu, 24 Januari 2026.
Dilansir dari Situs Kementerian Kehutanan Direktorat Jenderal KSDAE, kegiatan Purbaya Yudhi Sadewa ini menjadi bagian dari upaya dukungan pemerintah terhadap pelestarian keanekaragaman hayati sekaligus pengembangan wisata alam berkelanjutan.
Dalam kunjungan tersebut, Purbaya Yudhi Sadewa didampingi jajaran Kementerian Keuangan, Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Kehutanan, Direktur Perencanaan Konservasi Ditjen KSDAE, serta Unit Pelaksana Teknis Kementerian Kehutanan wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.
Rombongan Menkeu menelusuri kawasan konservasi TNGM dengan menggunakan kendaraan wisata jeep yang dikelola oleh Kelompok Wisata Taman Jurang Jero.
Selain menikmati panorama alam Gunung Merapi, kunjungan tersebut juga diisi dengan kegiatan pelepasliaran satwa hasil rehabilitasi serta aksi pelestarian flora endemik kawasan.
Salah satu agenda utama dalam kunjungan ini adalah pelepasliaran seekor Elang Jawa Nisaetus bartelsii betina yang diberi nama SatyaNagara.
Satwa dilindungi tersebut telah menjalani proses rehabilitasi selama satu tahun di Pusat Suaka Satwa Elang Jawa Taman Nasional Gunung Halimun Salak dan dinyatakan layak untuk kembali ke habitat alaminya.
Selain Elang Jawa, sebanyak 32 ekor burung dari berbagai jenis juga dilepasliarkan, di antaranya Kepudang Kuduk Hitam, Pelatuk Besi, Kerak Kerbau, Tekukur, dan Perkutut Jawa.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen pengelola kawasan dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan kelestarian satwa liar di Taman Nasional Gunung Merapi.
Upaya konservasi tidak hanya difokuskan pada fauna, tetapi juga menyasar flora endemik. Dalam kesempatan tersebut, Menteri Keuangan turut melakukan relokasi sembilan individu anggrek Vanda tricolor dengan metode penempelan pada pohon pinus di kawasan TNGM.
Anggrek ini merupakan flora khas Gunung Merapi yang saat ini keberadaannya semakin sulit dijumpai secara alami di dalam kawasan taman nasional.
Kepala Balai Taman Nasional Gunung Merapi (BTNGM), T. Heri Wibowo, memaparkan pengelolaan kawasan TNGM, termasuk potensi wisata alam serta kontribusi Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang diperoleh dari sektor pariwisata.
Pemaparan dilanjutkan oleh Akhmadi, Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) BTNGM, yang menjelaskan aspek konservasi Elang Jawa dan anggrek Vanda tricolor secara lebih rinci.
Sementara itu, Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah II BTNGM, Ari Nurwijayanto, bersama tim bioprospeksi BTNGM, memaparkan program bioprospeksi yang tengah dikembangkan di Taman Nasional Gunung Merapi.
Program tersebut mendapat dukungan pendanaan dari FOLU Net Sink 2030, meliputi eksplorasi tumbuhan lokal, pengembangan produk bioprospeksi seperti skincare anti-aging khas Merapi, pengujian aktivitas antioksidan Clidemia hirta, serta pengembangan produk bioprospeksi antikolesterol dan trigliserida.
Rangkaian kunjungan ditutup dengan kegiatan pembuatan ecoprint yang difasilitasi oleh Kelompok Ecoprint Acacia, salah satu kelompok binaan BTNGM.
Kegiatan ini mencerminkan upaya pengelolaan kawasan konservasi yang terintegrasi dengan pemberdayaan masyarakat dan pengembangan ekonomi kreatif berbasis lingkungan.
Melalui kunjungan Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa itu, diharapkan sinergi antara pemerintah pusat, pengelola kawasan konservasi, dan masyarakat sekitar dapat terus diperkuat dalam menjaga kelestarian alam sekaligus mendukung pemanfaatan wisata alam secara berkelanjutan di TNGM. (Mirta/Vokasi IPB)
Editor : Yosep Awaludin