Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Aksi Nyata Mentan Amran Sulaiman! Kirim 24 Truk Bantuan untuk Korban Longsor di Cisarua dan Siapkan Solusi Jangka Panjang

Yosep Awaludin • Rabu, 28 Januari 2026 | 13:23 WIB
Mentan Amran Sulaiman saat menyerahkan secara simbolis bantuan untuk korban longsor di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.
Mentan Amran Sulaiman saat menyerahkan secara simbolis bantuan untuk korban longsor di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.

RADAR BOGOR - Dalam rangka menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada korban longsor, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman turun langsung ke Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

Kehadiran Mentan Amran Sulaiman, bersama Wakil Menteri Pertanian, jajaran Eselon I Kementerian Pertanian, dan Komisi IV DPR RI, menunjukkan kehadiran negara untuk menangani bencana dengan cepat dan melindungi masyarakat yang terdampak, termasuk masyarakat Cisarua.

"Kami berduka cita atas korban bencana yang terjadi di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.  Kami turun langsung memberi bantuan, ada 24 truk, bantuan siap saji, tetapi ada juga beras," kata Mentan Amran Sulaiman Rabu 28 Januari 2026.

Data saat ini menunjukkan bahwa total pengungsi terdampak berjumlah 564 jiwa, terdiri dari 186 kepala keluarga (KK). Saat ini, para pengungsi ditempatkan di berbagai tempat pengungsian.

Kelompok rentan yang membutuhkan perhatian khusus di antara pengungsi termasuk anak-anak, balita, dan ibu hamil.

Sebanyak 24 truk bantuan dikirim ke komunitas yang terkena dampak. Truk-truk tersebut membawa makanan siap saji, beras, air mineral, mi instan, biskuit, susu UHT, dan kebutuhan pokok lainnya.

Bantuan ini diberikan oleh Kementerian Pertanian selain dukungan dari mitra swasta dan UPT di bawah Kementan.

"Rencana awal kami siapkan 100 truk bantuan. Namun, karena keterbatasan lokasi, kami kirim 24 truk bantuan siap saji, disertai beras dan kebutuhan pokok lainnya. Yang terpenting, masyarakat bisa segera terbantu," katan Mentan Amran Sulaiman.

Selain bantuan logistik langsung, tercatat bantuan dari berbagai mitra senilai sekitar Rp 1,17 miliar untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak.

Mentan Amran menegaskan bahwa tidak hanya tanggap darurat yang diperlukan, tetapi juga solusi jangka panjang untuk mencegah bencana serupa terjadi lagi, khususnya di wilayah yang rentan terhadap longsor.

Untuk menahan erosi dan mencegah longsor, ia mendorong perubahan pola tanam di daerah dengan kemiringan tinggi dengan mengganti tanaman hortikultura dengan tanaman tahunan atau perkebunan yang memiliki perakaran kuat.

"Kita harus memberikan solusi permanen untuk masalah ini. Kami meminta Anda, Pak Bupati, untuk mengganti tanaman hortikultura di daerah kemiringan tajam dengan tanaman perkebunan," tuturnya.

Dia menjelaskan bahwa tanaman tahunan memiliki akar yang dalam, yang mencegah longsor dan erosi. Mentan Amran menyatakan bahwa dana untuk program tersebut sudah tersedia.

Ini sesuai dengan arahan Presiden RI yang bertujuan untuk membangun tanaman perkebunan seluas 870 ribu hektare di seluruh negeri, dengan prioritas pada wilayah yang rentan terhadap bencana.

Menurutnya, UPT Kementan di wilayah ini akan langsung bergerak begitu usulan dari Bupati dan Gubernur masuk.

"Kita tetap menanam hortikultura di daerah landai, tetapi di daerah dengan kemiringan tinggi kita berkonsentrasi pada tanaman tahunan," ujarnya.

Dia juga menambahkan bahwa untuk sementara, tumpangsari dapat dilakukan untuk menjaga pendapatan petani.

Mentan Amran Sulaiman juga mengatakan bahwa pemerintah pusat siap membantu pemulihan lahan pertanian dan sarana produksi, termasuk greenhouse yang terdampak, dengan bekerja sama dengan pemerintah daerah dengan baik.

Tujuan dari langkah ini adalah untuk memastikan bahwa produktivitas petani tetap terjaga dan sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat setelah bencana.

Rajiv, anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Nasdem, mengucapkan terima kasih kepada Mentan Amran atas tindakan cepatnya dalam menangani bencana.

Menurutnya, Kementan menunjukkan perhatian kuat pada misi kemanusiaan dan juga fokus pada sektor pertanian.

Komisi IV berterima kasih kepada Kementerian Pertanian karena, sebagai mitra Komisi IV, mereka selalu cepat menangani bencana.

Komisi IV sangat berterima kasih kepada Kementan karena bantuan kemanusiaannya, bukan hanya di bidangnya.

Selain itu, ia mengucapkan terima kasih kepada TNI, Polri, BNPB, dan semua orang yang terlibat dalam evakuasi dan penanganan korban di Cisarua, dan mengungkapkan rasa duka yang mendalam kepada para korban dan keluarga mereka.

Untuk melindungi petani dan masyarakat, Kementerian Pertanian berkomitmen untuk membangun sistem pertanian yang lebih tangguh, aman, dan berkelanjutan melalui langkah cepat, bantuan nyata, dan perencanaan jangka panjang. (***)

Editor : Yosep Awaludin
#longsor #amran sulaiman #cisarua