RADAR BOGOR - Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik Ketua Harian dan anggota Dewan Energi Nasional (DEN) periode 2026–2030 di Istana Negara, Jakarta, Rabu (28/1/2026).
Pelantikan ini menegaskan komitmen pemerintah untuk mempercepat agenda swasembada energi nasional.
Presiden Prabowo Subianto yang juga menjabat sebagai Ketua DEN tiba di ruang tengah Istana Negara sekitar pukul 15.01 WIB.
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka turut menghadiri acara tersebut.
Dalam susunan kepengurusan baru, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia ditetapkan sebagai Ketua Harian DEN.
Sejumlah menteri Kabinet Merah Putih yang menjadi anggota DEN dari unsur pemerintah tampak berbaris di hadapan Presiden.
Mereka adalah Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, serta Menteri Lingkungan Hidup Hanuf Faisol.
Selain itu, 8 tokoh dari unsur pemangku kepentingan juga dilantik sebagai anggota DEN, yakni Johni Jonatan Numberi, Mohamad Fadhil Hasan.
Satya Widya Yudha, Sripeni Inten Cahyani, Unggul Priyanto, Saleh Abdurrahman, Muhammad Kholid Syeirazi, dan Surono.
Prosesi pengambilan sumpah jabatan dilakukan langsung oleh Presiden Prabowo.
Setiap pejabat mengucapkan sumpah sesuai dengan agama masing-masing dengan pendampingan rohaniawan.
Pelantikan tersebut didasarkan pada Keputusan Presiden Nomor 134 P Tahun 2025 tentang pengangkatan anggota DEN dari unsur pemangku kepentingan, serta Keputusan Presiden Nomor 6 P Tahun 2026 mengenai keanggotaan DEN dari unsur pemerintah.
Sebelumnya, pihak Istana menjelaskan, keterlibatan langsung Presiden Prabowo Subianto dalam pelantikan ini mencerminkan besarnya perhatian pemerintah terhadap sektor energi.
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi menuturkan, target swasembada energi menjadi prioritas nasional setelah capaian swasembada pangan, khususnya beras, berhasil diraih dalam waktu relatif singkat.
Pemerintah, menurut dia, kini mengalihkan fokus pada kerja keras kolektif untuk mewujudkan kemandirian energi dalam negeri. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim