RADAR BOGOR – Menjelang bulan suci Ramadhan, pemerintah terus melakukan pemantauan terhadap harga pangan di berbagai daerah guna memastikan ketersediaan pasokan dan stabilitas harga tetap terjaga.
Langkah ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi terhadap meningkatnya kebutuhan masyarakat, sekaligus mencegah terjadinya lonjakan harga pangan di tingkat konsumen.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman selaku Badan Pangan Nasional menegaskan bahwa pemerintah telah menetapkan kebijakan yang tegas dan terukur dalam menjaga stabilitas harga pangan.
Pemerintah berkomitmen menyeimbangkan penerapan harga Eceran Tertinggi (HET) dan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) hingga ramadhan berakhir, sehingga menurutnya tidak ada dasar bagi pelaku usaha untuk menaikkan harga pangan secara sepihak.
“Kesimpulannya adalah kita menjaga HET harga eceran tertinggi pangan, sekarang sampai bulan Ramadhan, sampai selesai. Dan HPP juga kita jaga,” ujar Mentan Andi Amran.
Penegasan tersebut disampaikan saat Andi Amran Sulaiman memimpin Rapat Koordinasi Pengamanan Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sebagai langkah persiapan menghadapi momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan hingga Idulfitri 2026.
Rapat koordinasi ini digelar untuk menyatukan langkah antarinstansi dalam menjaga ketersediaan bahan pangan serta kestabilan harga di tingkat masyarakat.
Kegiatan tersebut melibatkan berbagai pihak lintas kementerian dan lembaga, termasuk aparat penegak hukum, serta para pemangku kepentingan di sektor pangan.
Melalui forum ini, pemerintah menekankan pentingnya pengawasan distribusi, pengendalian harga, dan kesiapan stok pangan agar kebutuhan masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri dapat terpenuhi tanpa gejolak di pasar.
Ia menuturkan bahwa kebijakan tersebut diambil dengan mempertimbangkan kondisi ketersediaan pangan nasional yang dinilai sangat memadai. Untuk komoditas beras, cadangan nasional saat ini tercatat mencapai sekitar 3,3 juta ton.
Angka tersebut disebut sebagai yang tertinggi pada periode akhir Januari sepanjang sejarah Indonesia, sehingga dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam beberapa bulan ke depan.
Selain beras, ketersediaan minyak goreng juga dipastikan berada dalam kondisi aman. Saat ini, stok minyak goreng yang dikelola oleh Perum Bulog mencapai kurang lebih 700 ribu ton, yang dinilai mencukupi untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga di pasaran.
Pada komoditas ayam ras, Mentan Amran justru menyebut harga di tingkat peternak masih berada di bawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP).
Harga ayam hidup saat ini berada di kisaran Rp23 ribu per kilogram, sementara HPP telah ditetapkan sebesar Rp25 ribu per kilogram.
Sementara itu, untuk komoditas strategis lainnya seperti telur ayam, bawang merah, serta sejumlah bahan pangan pokok lainnya, pemerintah memastikan kondisi stok dan pasokan masih dalam keadaan aman.
Dengan situasi tersebut, pemerintah optimistis kebutuhan pangan masyarakat menjelang Ramadan hingga Idulfitri dapat terpenuhi tanpa gangguan berarti.
“Ini semua unsur tadi terlibat sepakat, produsen, konsumen, pedagangnya, distributornya sepakat jangan menjual pangan strategis kita di atas HET,” ujarnya.
Sejalan dengan komitmen tersebut, pemantauan harga pangan terus dilakukan secara berkala. Berdasarkan data Panel Harga Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang diakses pada Rabu, 28 Januari 2026 pukul 13.07 WIB, pergerakan harga komoditas hortikultura menunjukkan tren yang bervariasi.
Harga bawang merah tercatat sebesar Rp22.706 per kilogram atau mengalami penurunan Rp424 (1,83 persen) dibandingkan hari sebelumnya.
Sementara itu, harga cabai merah keriting justru mengalami kenaikan menjadi Rp22.154 per kilogram, naik Rp292 atau sekitar 1,34 persen.
Kenaikan harga juga terjadi pada cabai merah besar yang tercatat di angka Rp21.800 per kilogram, melonjak Rp1.575 atau sekitar 7,79 persen dibandingkan 27 Januari 2026.
Adapun harga cabai rawit merah terpantau mengalami penurunan tipis sebesar Rp79 atau 0,22 persen, dengan harga rata-rata nasional berada di kisaran Rp36.582 per kilogram.
Meski terdapat kenaikan pada beberapa komoditas cabai, secara umum pemerintah terus memantau dinamika harga pangan guna menjaga stabilitas pasokan dan harga menjelang Ramadan.
Dengan berbagai langkah pengawasan tersebut, pemerintah berharap stabilitas pasokan dan harga pangan dapat terus terjaga hingga Ramadan dan Idulfitri 2026.
Pemerintah juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian berlebihan serta tetap berbelanja sesuai kebutuhan, sementara pengawasan distribusi dan harga di pasar akan terus diperketat guna mencegah terjadinya lonjakan harga yang dapat merugikan konsumen. (Dian/Vokasi IPB)
Editor : Yosep Awaludin