RADAR BOGOR - Di tengah gegap gempita persiapan menyambut Ramadhan, ada satu malam istimewa yang kerap luput dari perhatian umat Islam, yaitu malam Nisfu Syaban.
Padahal, malam pertengahan bulan Sya’ban ini disebut dalam berbagai hadis sebagai salah satu momentum turunnya rahmat dan ampunan Allah dalam jumlah besar.
“Dalam hadis disebutkan, Allah mengampuni semua makhluk-Nya pada malam Nisfu Syaban, kecuali orang musyrik dan orang yang hatinya penuh kebencian,” ujar Buya Yahya, dilansir dari kanal Youtube Buya Yahya, Minggu, 1 Februari 2026.
Baca Juga: Tren Baru Apa Ini? Artis Tanah Air Ramai-Ramai Borong Minuman Hydro Coco
Pesan tersebut menegaskan bahwa ibadah lahiriah saja tidak cukup.
Pembersihan hati dari iri, dengki, dan permusuhan merupakan syarat penting agar seseorang dapat meraih ampunan Allah.
Bulan Syaban dalam Teladan Rasulullah
Bulan Syaban memiliki kedudukan khusus dalam kehidupan Rasulullah SAW.
Dalam hadis sahih riwayat Imam Bukhari, Aisyah RA menuturkan bahwa Rasulullah tidak pernah berpuasa sunnah dalam satu bulan sebanyak puasa beliau di bulan Syaban.
Baca Juga: Jalan Lintas Aceh Tengah–Bener Meriah Terputus Akibat Sinkhole, Bupati Minta Bantuan Pemerintah Pusat
Bahkan disebutkan bahwa Rasulullah hampir berpuasa penuh sepanjang bulan tersebut.
Hal ini menjadi bukti bahwa Syaban bukan sekadar bulan biasa, melainkan bulan ibadah yang sangat ditekankan.
Rasulullah menjelaskan bahwa Syaban adalah bulan diangkatnya amal-amal manusia kepada Allah.
Oleh karena itu, beliau ingin amalnya diangkat dalam keadaan berpuasa.
Baca Juga: Kurang dari Tiga Bulan Rilis 45 Lagu Hingga Raup Jutaan Pendengar, Sienna Rose Jadi Sorotan
Puasa Nisfu Syaban Bukan Bid’ah
Sebagian masyarakat masih ragu untuk berpuasa pada tanggal 15 Syaban karena khawatir dianggap bid’ah.
Padahal, Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk berpuasa tiga hari setiap bulan, yaitu pada tanggal 13, 14, dan 15.
Tanggal-tanggal tersebut dikenal sebagai Ayyamul Bidh.
Maka, puasa pada tanggal 15 Syaban memiliki dua landasan sekaligus yakni sebagai puasa sunnah bulan Sya’ban dan sebagai puasa hari putih.
Baca Juga: Rekrutmen SMA Sekolah Garuda Baru Tahun Anggaran 2026 Dibuka Februari, Ini Daftar Lengkap Formasi Guru dan Tenaga Kependidikan
Dengan demikian, seseorang yang berpuasa pada hari itu berpotensi memperoleh pahala ganda, bahkan lebih, karena juga bertepatan dengan momentum istimewa bulan Syaban.
Meluruskan Praktik Ibadah Malam Nisfu Syaban
Terkait praktik ibadah di malam Nisfu Sya’ban, para ulama menganjurkan untuk menghidupkannya dengan amalan umum yang sudah jelas tuntunan dalilnya, seperti:
• Salat sunnah mutlak
• Membaca Al-Qur’an
• Dzikir dan istighfar
• Doa dan munajat
Baca Juga: Rekrutmen SMA Sekolah Garuda Baru Tahun Anggaran 2026 Dibuka Februari, Ini Daftar Lengkap Formasi Guru dan Tenaga Kependidikan
Imam Nawawi rahimahullah mengingatkan agar umat tidak mengkhususkan salat tertentu seperti salat 100 rakaat dengan bacaan khusus, karena tidak memiliki dasar yang kuat.
Meski demikian, salat dengan jumlah banyak tetap boleh selama diniatkan sebagai salat sunnah mutlak atau salat hajat.
Kesempatan Membersihkan Diri
Malam Nisfu Syaban bukan sekadar tentang memperbanyak ibadah, tetapi juga momentum introspeksi diri.
Membersihkan hati, memaafkan sesama, serta melunasi kewajiban seperti utang puasa Ramadan menjadi bagian penting dari persiapan menyambut bulan suci.
Baca Juga: Beredar Kabar Saldo Rp1,2 Juta Masuk KKS BRI, Benarkah Bansos PKH BPNT Tahap 1 2026 Sudah Cair? KPM Wajib Simak Info Lengkapnya
Bulan Syaban, dengan seluruh keutamaannya, sejatinya adalah jembatan menuju Ramadan.
Rasulullah SAW telah mencontohkan bagaimana memanfaatkan bulan ini dengan penuh kesungguhan.
Kini, umat Islam dihadapkan pada pilihan yakni membiarkan bulan Syaban berlalu begitu saja, atau menjadikannya ladang pahala yang luas.***