RADAR BOGOR - Distribusi gas LPG subsidi 3 kilogram dinilai masih belum tepat sasaran dan memerlukan perbaikan mekanisme agar benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak.
Dalam rapat bersama Komisi XII DPR RI yang dilansir dari kanal TVR Parlemen, PT Pertamina Patra Niaga menyampaikan bahwa penyaluran LPG subsidi saat ini masih menghadapi berbagai persoalan, terutama terkait penggunaan oleh kelompok masyarakat yang sebenarnya mampu.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa mekanisme distribusi yang berjalan belum cukup efektif dalam mengendalikan sasaran penerima subsidi.
Wakil Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Ahmad Mukhtasyar, menegaskan pentingnya evaluasi terhadap aturan dan sistem penyaluran LPG subsidi.
Evaluasi ini diperlukan agar distribusi gas 3 kg dapat berjalan lebih tertib, terarah, dan sesuai dengan tujuan awal pemberian subsidi. Tanpa pembaruan mekanisme, potensi penyimpangan dinilai akan terus berulang di lapangan.
Salah satu solusi yang ditawarkan adalah penerapan digitalisasi dalam penyaluran LPG subsidi. Sistem ini dirancang dengan konsep pendataan yang menyerupai mekanisme barcode pada penyaluran BBM subsidi, sehingga setiap transaksi dapat tercatat secara sistematis.
Dengan adanya pencatatan berbasis sistem, proses distribusi diharapkan menjadi lebih terkontrol dan memudahkan pengawasan terhadap siapa saja yang berhak menerima LPG subsidi.
Selain perbaikan sistem, edukasi kepada masyarakat juga menjadi perhatian penting. Masyarakat perlu memahami bahwa LPG 3 kg merupakan barang subsidi dengan peruntukan tertentu, sehingga penggunaannya tidak boleh melenceng dari sasaran.
Edukasi ini diharapkan dapat mendukung penerapan mekanisme baru agar distribusi LPG subsidi tidak lagi bocor dan benar-benar dimanfaatkan oleh kelompok masyarakat yang membutuhkan.***
Editor : Asep Suhendar