RADAR BOGOR – Momen malam Nisfu Syaban 2026 yang jatuh pada 2 Februari sering kali dianggap sebagai tantangan bagi para wanita yang sedang mengalami masa haid.
Munculnya perasaan sedih karena tidak dapat melaksanakan salat atau berpuasa kerap menghinggapi hati para akhwat.
Namun, menurut penjelasan dari YouTube Ummi Fairuz Ar-Rahbini, kondisi biologis ini bukanlah penghalang bagi seorang wanita untuk merengkuh keberkahan dan kemuliaan malam Nisfu Syaban.
Meskipun syariat melarang wanita haid untuk melaksanakan salat, pintu ibadah lainnya tetap terbuka lebar untuk menghidupkan malam Nisfu Syaban.
Berikut adalah beberapa cara deskriptif untuk tetap terhubung secara spiritual.
1. Bangun di Malam Hari
Wanita tetap disarankan untuk ikut bangun di malam tersebut demi merasakan atmosfer ibadah.
2. Berdoa dan Bermunajat
Menyampaikan segala hajat serta curahan hati kepada Allah tetap diperbolehkan.
3. Berzikir
Memperbanyak zikir dan mengingat Allah merupakan amalan yang sangat dianjurkan.
4. Menangis dalam Doa
Menunjukkan kesungguhan hati melalui tangisan saat memohon ampunan tetap menjadi jalan meraih kemuliaan.
Satu hal menarik adalah cara mendapatkan pahala puasa tanpa harus berpuasa.
Mengingat wanita haid dilarang berpuasa pada keesokan harinya, mereka dapat mengambil peran dalam membantu orang lain yang menjalankan puasa Nisfu Syaban.
Aktivitas seperti menyiapkan hidangan dan memasak untuk anggota keluarga yang berpuasa merupakan bentuk partisipasi aktif yang bernilai besar.
Dengan cara menyenangkan dan melayani orang yang berpuasa, seorang wanita haid dapat memperoleh limpahan pahala serupa melalui kebaikan sosial tersebut.
Pada akhirnya, kemuliaan malam Nisfu Syaban 2026 tetap dapat diraih melalui niat yang tulus dan semangat untuk terus menebar kebaikan, meskipun sedang dalam keadaan berhalangan.***
Editor : Eli Kustiyawati