Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Cerita Wanita Muda Umur 32 Asal Jaksel yang Didiagnosis Stroke, Awalnya Dikira Hanya Sakit Mata

Rani Puspitasari Sinaga • Senin, 2 Februari 2026 | 08:45 WIB
Airin, wanita muda asal Jaksel yang stroke setelah mengira hanya sakit mata.
Airin, wanita muda asal Jaksel yang stroke setelah mengira hanya sakit mata.

RADAR BOGOR - Dikira hanya sakit mata, wanita muda asal Jakarta Selatan (Jaksel) malah didiagnosis stroke di umurnya yang 32 tahun.

Sakit mata yang ternyata gejala stroke itu, dialami wanita Jaksel bernama Airin Stanyawati pada pertengahan Januari 2026 kemarin.

Kondisi salah satu mata yang lebih kecil sebelah setelah bangun tidur, dikira hanya sakit mata. Tidak terbesit sedikit pun oleh wanita asal Jaksel itu merupakan gejala stroke.

Menurut Airin, dirinya menganggap gejala itu biasa, layaknya orang baru bangun tidur yang membuat beberapa bagian pada wajah yang berbeda.

Makanya, kata dia, gejala itu tidak dia gubris dan langsung melanjutkan aktivitas seperti biasanya.

Namun setelah itu, kejanggalan lain mulai dirasakan Airin.

Saat jam makan siang di kantor, dia merasakan kantuk yang luar biasa. Menurut Airin, dia menguap berkali-kali yang tanpa jeda.

"Biasanya orang nguap hanya satu kali, ini malah berkali-kali. Ya saya pikir kurang oksigen," beber dia.

Lainnya, saat dia sedang mengbobrol bersama temannya, Airin merasa lidahnya seperti kaku.

Mulai gejala tersebut, dia pun kembali ke meja kerjanya dan bercermin. Lalu melihat senyumnya tidak sinkron antara bagian muka sebelah kanan dan kiri.

Barulah ketika melihat itu, Airin merasa panik dan mencoba menghubungi suaminya.

Dia pun akhirnya memutuskan untuk masuk ke Unit Gawat Darurat (UGD) salah satu rumah sakit terdekat dengan kantornya, untuk melakukan pemeriksaan.

Dia pun bertemu dengan dokter saraf, yang mendiagonsis dirinya terkena transients ischaemic attack (TIA). Diagnosis itu akibat adanya keanehan di muka Airin.

Akhirnya, rumah sakit mengharuskan Airin dirawat inap, untuk menjalankan berbagai rangkaian pemeriksaan kesehatan. Seperti MRI.

Setelah menjalankan MRI, akhirnya dia tahu bahwa dirinya pun terkena stoke.

Airin juga menjalankan digital substraction angiography (DSA), yang menghasilkan bahwa ada plak yang berada di pembuluh darahnya menuju otak. 

Setelah DSA, dirinya belum membaik, malah mendapatkan serangan stroke kembali.

Sehingga Airin dapat rekomendasi dokter untuk melanjutkan pemeriksaan ke dokter spesialis jantung.

Airin pun mengikuti saran tersebut. Berujung dia didiagnosis memiliki lubang pada jantungnya, yang menyebabkan gumpalan darah lari ke otak.

Dia pun langsung memutuskan untuk operasi penutupan katup jantung yang tidak menutup seperti semestinya atau penutupan patent foramen ovale (PFO).

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
#sakit mata #stroke #jaksel